Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
Samarinda

Berdampak Pada Pemdapatan Kantin Sekolah, Pemkot Bakal Evaluasi MBG Di Samarinda

408
×

Berdampak Pada Pemdapatan Kantin Sekolah, Pemkot Bakal Evaluasi MBG Di Samarinda

Sebarkan artikel ini
Situasi saat siswa-siswi sedang mengikuti program MBG yang dilaksanakan di SD 004 Samarinda Utara. (Muhammad Hasbi/Times Kaltim)

Timeskaltim.com, Samarinda – Meski memberikan dampak positif terhadap ketersedian gizi untuk anak-anak sekolah, program makan bergizi gratis (MBG) yang telah dilaksanakan di SDN 004 Samarinda, pada 20 Januari 2025 lalu menyisikan cerita berbeda.

Pedagang kantin akhir-akhir ini tengah mengeluhkan penurunan pendapatan hingga 50 persen.

Menanggapi hal tersebut, Walikota Samarinda, Andi Harun, tengah berencana akan mengevaluasi program ini, dengan turun langsung memantau perkembangan program MBG tersebut.

Andi Harun, menyadari bahwa program MBG ini memiliki dampak tersendiri, terutama pada sektor penyedia makanan berat di kantin sekolah. Ia berujar bahwa program MBG ini merupakan program baru yang tentu masih banyak memerlukan kajian lebih lanjut dan mendalam.

“Karena ini program baru, jasi ada beberapa bagian yang harus dicermati dan cermati yang tentu tidak hanya dari sisi manfaat nya saja,” ungkapnya, kepada wartawan Timeskaltim.com, pada Kamis (30/12025).

Ia juga menambahkan bahwa, Pemkot Samarinda, berencana untuk melakukan evaluasi terhadap program MBG serta memberikan kebijakan yang akan mempertimbangkan serta mampu memberi solusi bagi pelaku UMKM di bidang kuliner, terutama di sekitar sekolah.

“Tentu akan menjadi perhatian kita ke depan, agar mereka-mereka yang selama ini menggantungkan ekonominya di sektor UMKM di bidang kuliner terutama di sekolah-sekolah tidak terdampak,” beber Andi Harun.

Orang nomor satu di Kota Tepian -sebutan Samarinda- ini mengemukakan bahwa disamping niat baik pemerintah dibawah kepemimpinan Prabowo-Gibran, pihaknya juga akan mencari solusi terbaik. Agar program ini dapat berjalan secara bersama-sama dengan baik, tanpa mengkesampingkan pelaku UMKM.

“Kami yang merupakan perpanjangan tangan pemerintah pusat akan merumuskan kira-kira solusi terbaiknya akan seperti apa, bagi pengusaha dan pelaku UMKM seperti kantin sekolah,” tutupnya. (Has/Bey)