Timeskaltim.com, Samarinda – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kota Samarinda memprakirakan bahwa wilayah Kalimantan Timur (Kaltim) terkhususnya Samarinda masih akan mengalami hujan dengan intensitas menengah dalam 10 hari ke depan.
Menurut Observer BMKG Samarinda, Gilang, hal itu disebabkan oleh musim hujan yang masih berlangsung, serta aktivitas beberapa gelombang atmosfer yang melintasi wilayah Benua Etam.
“Untuk prakiraan 10 hari ke depan, curah hujan masih berada di kategori menengah, yaitu sekitar 50 hingga 150 mm. Kaltim memang sudah memasuki musim hujan, sehingga pola ini masih akan bertahan,” ujar Gilang saat dihubungi melalui telepon, Kamis (30/1/2025).
Ia menjelaskan bahwa beberapa fenomena atmosfer, seperti Madden Julian Oscillation (MJO), gelombang Kelvin, dan gelombang Rossby Ekuatorial, turut berperan dalam meningkatkan curah hujan di wilayah Kaltim. Bahkan, dalam beberapa hari terakhir, curah hujan terpantau cukup tinggi.
“Contohnya pada 24 Januari kemarin, beberapa wilayah seperti Kutai Kartanegara dan Kutai Timur mengalami hujan dengan kategori ekstrem atau sangat lebat, mencapai 100 hingga lebih dari 150 mm per hari,” tambahnya.
Belum Ada Indikasi Badai, Tetapi Waspada Cuaca Ekstrem
Meski belum ada indikasi badai dalam waktu dekat, pihaknya mencatat bahwa sifat hujan di Kaltim masih berada di atas normal hingga Februari mendatang, dan intensitas hujan diperkirakan tetap menengah.
“Kita terus memperbarui prakiraan, jadi saat memasuki 10 Februari nanti, akan ada pembaruan terbaru yang bisa diakses di website dan Instagram BMKG,” jelas Gilang.
Disinggungg mengenai adanya pengaruh perubahan iklim, dirinya menyebut bahwa faktor utama curah hujan saat ini masih berasal dari gelombang atmosfer dan faktor lokal lainnya.
“Kaltim wilayahnya luas dan dilewati beberapa angin musiman, jadi banyak faktor yang memengaruhi curah hujan,” katanya.
Imbauan BMKG: Waspada Potensi Banjir dan Longsor
Dengan masih aktifnya gelombang atmosfer di Kaltim, BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi dampak seperti banjir dan longsor.
“Karena gelombang atmosfer di Kaltim lagi aktif, curah hujan bisa lebih tinggi dari biasanya. Potensi banjir dan longsor tetap ada, jadi kami mengimbau masyarakat untuk terus memantau prakiraan cuaca dari BMKG dan memperhatikan peringatan curah hujan harian,” tandasnya. (Bey)












