Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
Diskominfo Provinsi Kaltim

Pemprov Kaltim Gelar High Level Meeting Bahas Inflasi Kaltim

432
×

Pemprov Kaltim Gelar High Level Meeting Bahas Inflasi Kaltim

Sebarkan artikel ini
Suasana Setda Provinsi Kaltim, Sri Wahyuni, saat memimpin HLM di kantor Gubernur Kaltim Jl. Gajah Mada, Kelurahan Jawa, Kota Samarinda, pada Selasa (17/12/2024).

Timeskaltim.com Samarinda – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menggelar High Level Meeting (pertemuan tingkat tinggi) bertempat di Kantor Gubernur Kaltim, Jl. Gajah Mada, Kelurahan Jawa, Kota Samarinda, pada Selasa (17/12/2024).

Kepada awak media,  Sekretaris Daerah (Sekda) Sri Wahyuni, mengungkapkan bahwa Kaltim memiliki pengalaman yang sangat baik dalam hal pengendalian Inflasi.

Argumentasi tersebut, tutur Sri Wahyuni, bukan tanpa alasan. Sebab Provinsi Kaltim ditahun ini hampir memasuki daerah dalam kategori inflasi terendah.

“Alhamdulillah kita berada dalam posisi yang tidak mengkhawatirkan,” ungkapnya, Selasa (17/12/2024).

Lebih lanjut Sri menjelaskan, pertumbuhan ekonomi Kaltim dalam keadaan baik, dibandingkan dengan tahun sebelumnya dengan semester yang sama.

Walaupun saat ini posisi Kaltim diatas rata-rata nasional, yakni triwulan III mencapai 5,52 persen dan tahun 2023 mencapai 6,22 persen.

Ia juga menyebutkan tahun 2024 Kaltim sempat mencapai kurang lebih 7,2. Sementara untuk pengembangan inflasi November 2024 bulan ke bulan diangka 0,8 persen di bawah nasional 0,30 persen.

Namun berdasarkan tahun ke tahun di bawah nasional 1,55 persen. Sedangkan berdasarkan year on date di atas nasional yakni 1,16 persen sedangkan nasional 1,12 persen.

“Inflasi ini diterima Kaltim berdasarkan Kabupaten/Kota se-Kaltim yang menjadi indikator indeks harga konsumen,” ujarnya.

Disebutkan Sri Wahyuni bahwa empat Kabupaten/Kota tersebut ialah, Kabupaten Berau dengan angka inflasi tahun ke tahun mencapai 3,14 persen, Kabupaten PPU 0,9 persen, Kota Balikpapan 1,19 persen dan Kota Samarinda memcapai 1,51 persen.

“Inflasi Kaltim disebabkan melalui komoditi pangan, di tambah faktor angkutan udara berdasarkan bulan ke bulan,” pungkasnya. (Has/Bey)