Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
Kukar

Disketapang Kukar Gelar Rakor Ketahanan Pangan, Tekankan Pentingnya Kurangi Food Waste

343
×

Disketapang Kukar Gelar Rakor Ketahanan Pangan, Tekankan Pentingnya Kurangi Food Waste

Sebarkan artikel ini
Kegiatan Rakor Disketapang Kukar, di Lantai Dasar Kantor Bappeda. (Roby Sugiarto / Times Kaltim)

Timeskaltim.com, Kukar – Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) Kutai Kartanegara (Kukar) mengadakan Rapat Koordinasi (Rakor) bertajuk “Sosialisasi Gerakan Selamatkan Pangan”, pada Selasa (10/12/2024).

Dihelat di lantai dasar Kantor Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (BAPPEDA), Tenggarong itu, dihadiri oleh berbagai pihak terkait, termasuk Kelompok Tani Wanita (KWT) dan Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kukar.

Tujuannya, meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya “food waste” atau pemborosan pangan sebagai bagian dari kewaspadaan pangan dan gizi tahun 2024.

Diketahui, food waste merujuk pada makanan layak konsumsi yang terbuang sia-sia meski sudah melewati rantai pasok makanan hingga menjadi produk akhir.

Melalui, Kepala Disketapang Kukar, Sutikno, dalam sambutannya menyoroti kebiasaan boros pangan di masyarakat. “Sosialisasi ini lebih ke arah stop boros pangan. Khususnya, kepada ibu rumah tangga.

“Banyak dari kita yang memasak tidak sesuai porsi, sehingga makanan tidak habis dan terbuang. Ini harus kita hentikan,” ungkap Sutikno.

Ia juga mengingatkan, bahwa membuang makanan tidak hanya boros, tetapi juga merugikan petani yang bekerja keras memproduksi pangan.

“Kasihan petani kita. Ketika makanan dibuang, itu seolah tidak menghargai jerih payah mereka,” tambahnya.

Sutikno menegaskan, bahwa pemborosan pangan juga dapat mencemari lingkungan, di karenakan sampah makanan berkontribusi terhadap pencemaran.

Ia mengatakan, pihaknya akan terus meningkatkan sosialisasi pada 2025 untuk mendukung konsumsi pangan yang bijak dan efisien.

Sementara itu, Prof Dr Ince Raden, sebagai narasumber, memaparkan data global mengenai Food Loss and Waste (FLW).

“Setiap hari, dunia kehilangan 1,3 miliar ton makanan, setara dengan sepertiga dari pangan yang diproduksi,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa FLW terbagi menjadi dua kategori, pertama, Food Loss kehilangan makanan pada tahap produksi hingga pengemasan, seperti buah rusak di gudang. Sedangkan, Food Waste, pembuangan makanan yang sebenarnya masih layak dikonsumsi. Seperti, sisa makanan di piring.

Ince juga mengusulkan, langkah-langkah untuk mengubah kebiasaan konsumsi, seperti menghabiskan makanan di piring. Dan, meningkatkan kolaborasi dengan semua pihak dalam rantai pasok makanan.

“Gerakan ini diharapkan dapat menjadi solusi konkrit untuk mengurangi pemborosan pangan dan dampaknya, baik secara lokal di Kukar maupun global,” harapnya.

Dalam kegiatan ini juga, Disketapang Kukar mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mendukung gerakan ini demi masa depan yang lebih berkelanjutan. (Rob/Wan)