Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
Samarinda

Penyaluran Beasiswa Kaltim 2024 Terserap Rp160 Miliar, Kendala Rekening Hambat Penerima

534
×

Penyaluran Beasiswa Kaltim 2024 Terserap Rp160 Miliar, Kendala Rekening Hambat Penerima

Sebarkan artikel ini
Kepala Bidang SMK Disdikbud Kaltim, Surasa. (Berby/Times Kaltim)

Timeskaltim.com, Samarinda – Hingga akhir November 2024, program Beasiswa Kalimantan Timur (BKT) mencatat penyerapan dana sebesar Rp160 miliar untuk 40.573 penerima.

Meski begitu, target total sebanyak 47.185 penerima belum sepenuhnya tercapai karena adanya kendala administratif.

Hal itu disampaikan dalam konferensi pers di Ruang VVIP Rumah Jabatan Gubernur, Samarinda, Jumat (29/11/2024), oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim.

Surasa, Kepala Bidang SMK Disdikbud Kaltim, memaparkan bahwa proses penyaluran dilakukan bertahap, termasuk untuk kategori BKT Tuntas (1.718 penerima), BKT Stimulan mahasiswa (7.683 penerima), dan Stimulan siswa (31.173 penerima).

“Penyalurannya bertahap. Saat ini, kategori yang sudah menerima dana adalah BKT Tuntas untuk 1.718 penerima, BKT Stimulan mahasiswa sebanyak 7.683 penerima, dan Stimulan siswa mencapai 31.173 penerima,” ujar Surasa, beberapa hari lalu.

Dari total anggaran BKT 2024 sebesar Rp200 miliar, sekitar Rp40 miliar masih menunggu pencairan pada Desember 2024.

“Kami memastikan agar penyaluran beasiswa ini berjalan tepat sasaran dan tepat waktu,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pengelola Beasiswa Kalimantan Timur (BP BKT), Iman Hidayat, mengungkapkan bahwa seluruh anggaran program telah diserahkan kepada bank-bank mitra yang bekerja sama.

Menurut Iman, semua penerima beasiswa yang tidak mengalami masalah pada rekeningnya telah menerima dana beasiswa sesuai jadwal.

“Jadi yang belum tersalurkan itu adalah mereka yang rekeningnya masih bermasalah,” tandasnya.

Pernyataan ini menegaskan bahwa proses penyaluran saat ini terkendala oleh faktor administratif, terutama terkait kelengkapan data dan validitas rekening penerima.

Badan Pengelola pun terus berupaya menyelesaikan kendala ini agar seluruh dana tersalurkan tepat waktu. (Bey)