Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
DPRD Kaltim

Gelar Sosbang Perdana di PPU, Baharuddin Muin Ajak Masyarakat Pahami Empat Konsensus Kebangsaan

476
×

Gelar Sosbang Perdana di PPU, Baharuddin Muin Ajak Masyarakat Pahami Empat Konsensus Kebangsaan

Sebarkan artikel ini
Suasana sosialisasi wawasan kebangsaan (Sosbang), Anggota DPRD Kaltim, Baharuddin Muin, di Kabupaten Penajam Paser Utara, pada Minggu (17/11/2024). (Ist.)

Timeskaltim.com, Samarinda – Anggota DPRD Kaltim, Baharuddin Muin menggelar sosialisasi wawasan kebangsaan (sosbang) perdananya, Minggu (17/11/2024) sore.

Sosbang yang dihelat di Perumahan Linda Regency, RT. 016, Kelurahan Nenang, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) itu mengangkat terkait pentingnya pemahaman empat konsensus kebangsaan.

Turut hadir dua pemateri yakni Sayyid Hasan dan Bahrul. M. Tak hanya itu, tokoh masyarakat, Ketua RT, hingga warga sekitar juga nampak memadati lokasi kegiatan.

Politisi partai Gerindra itu menegaskan, pentingnya implementasi empat konsensus kebangsaan dalam berkehidupan. Diantaranya, Pancasila, UUD RI 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI.

“Kita perlu melakukan sosialisasi wawasan kebangsaan, karena nilai-nilai dan budaya kebangsaan itu sudah mulai luntur di masyarakat sekarang,” ujar Baharuddin Muin, Minggu (17/11/2024) sore.

Menurutnya, anak-anak muda saat ini kurang memahami empat konsensus kebangsaan. Sehingga dirinya mendorong agar wawasan kebangsaan ini dimasukkan ke dalam kurikulum pendidikan.

“Pancasila inilah yang membentengi kita dari ragam perbedaan, mulai dari macam suku, agama, budaya, dan lainnya agar tetap satu,” jelasnya.

Suasana Sosbang Anggota DPRD Kaltim, Baharuddin Muin.

Dirinya juga mengimbau, agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh kelompok-kelompok yang ingin memecah belah bangsa. Sehingga, sangat penting untuk mengamalkan nilai-nilai dari wawasan kebangsaan khususnya Pancasila.

“Mari kita tanamkan kepada anak-anak kita, generasi muda, agar memperdalam literasi terkait Pancasila, jangan hanya mengakui tapi tidak paham isinya. Kita berbeda bangsa puluhan suku bahasa tapi harus tetap satu,” pungkasnya. (Bey)