Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
Daerah

Kembangkan Budaya Literasi Membaca, Akmal Malik Sebut Peran Guru Adalah Kunci

430
×

Kembangkan Budaya Literasi Membaca, Akmal Malik Sebut Peran Guru Adalah Kunci

Sebarkan artikel ini
Kepala DPK Provinsi Kaltim, Muhammad Syafranuddin.(Muhammad Hasbi/Times Kaltim)

Timeskaltim.com, Samarinda – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) sukses menggelar acara gebyar anugrah literasi di Hotel Bumi Senyiur Kota Samarinda, pada Senin (14/10/2024).

Acara yang bertajuk “Meningkatkan Kegemaran Membaca sebagai Fondasi Generasi Emas” ini, dihadiri langsung oleh Pejabat (Pj) Gubernur Kaltim, Akmal Malik, dan didampingi oleh Kepala DPK Provinsi Kaltim. Dalam kegiatan ini juga DPK Provinsi Kaltim menganugerahkan tiga puluh dua penghargaan dari tujuh kategori, bagi pegiat literas.

Ditemui usai acara, Pj Gubernur Kaltim, Akmal Malik, mengungkapkan bahwa indeks literasi di benua etam (julukan provisni kaltim) masih rendah. Kata Akmal, hal itu disebabkan oleh budaya membaca yang sulit untuk ditumbuh kembangkan dalam kehidupan sehari-hari.

Oleh karena itu, Akmal menyebutkan atas masalah tersebut tidak ada pihak manapun yang patut dipersalahkan. Pasalnya, berbicara soal indeks ialah upaya kolaboratif yang harus dilakukan oleh setiap pihak.

“Maka dari itu apabila pemerintah Kabupaten/Kota tidak mendorong mulai dari pree school, infrastruktur pendukung, serta regulasi terkait dengan membaca, di tingkat SD hingga SMP. Maka dampak yang ditimbulkan pasti akan dirasakan dijenjang SMA dan perguruan tinggi,” ungkap Akmal.

Oleh karena itu, menurut Akmal, kuncinya ada dipemerintah Kabupaten/Kota. Sehingga ia sedang mendorong pemerintah Kabupaten/Kota agar memiliki regulasi, yang mendukung tumbuh kembang membaca dilingkungan sekolah sejak dini.

“Saya ingin semua penggiat literasi, dalam hal ini guru, sekolah, dan pemerintah dapat memahami tentang pentingnya literasi dengan baik,” ujarnya.

Ditambahkannya, bahwa upaya peningkatan literasi yang dimulai sejak dini harus dengan menyediakan sebuah ekosistem kompetisi. Sebab, hanya dengan kompetisi sebuah kualitas akan lahir.

Selanjutnya, Akmal berharap agar momentum ini dapat memberikan ruang bagi semua pihak, dalam membangun sebuah ekosistem yang menghadirikan kompetisi disemua pihak untuk bisa mengoptimalkan budaya literasi.

Orang nomor satu di Kaltim itu juga mengakui, meski pemerintah sudah membangun 1.200 perpustakaan, akan tetapi jika tidak diiringi dengan budaya maka sukar rasanya peningkatan literasi di Kaltim akan tercapai.

Kendati demikian, ia menyebutkan penting untuk semua harus dimulai dari menanamkan budaya tentang pentingnya membaca. Sehingga posisi tenaga pendidik (guru) di sekolah harus menjadi pelopor dalam mengembangkan budaya membaca.

“Jangan harap murid-muridnya mau membaca kalau gurunya saja juga enggan untuk membaca,” tandasnya

Diakhir menegaskan bahwa infrastruktur juga salah satu hal yang penting, namun yang lebih utama adalah membangun watak dan budaya literasi membaca sejak dini.

Ditempat yang sama, Kepala DPK Provinsi Kaltim, Muhammad Syafranuddin, menyatakan bahwa keguatan ini bertujuan untuk terus menumbuh kembangkan minat baca masyarakat, membentuk kecerdasan komunal, serta mendorong inovasi yang lebih maju.

“Gebyar Anugerah Literasi ini merupakan bentuk apresiasi kepada para pegiat literasi yang telah berdedikasi meningkatkan minat baca di Kaltim. Kami berharap kegiatan ini dapat mencetak generasi muda yang cerdas, berkarakter, dan inovatif,” pungkasnya. (Has/Wan)