Timeskaltim.com, Samarinda – Seorang balita berusia 6 tahun dikabarkan terseret arus dan tenggelam di drainase Jalan D. Panjaitan, RT 15, Kelurahan Gunung Lingai, Kecamatan Sungai Pinang, pada Kamis (29/08/2024).
Peristiwa ini terjadi setelah hujan deras mengguyur Kota Tepian (Julukan Kota Samarinda) sekitar pukul 16.00 Wita.
Menurut keluarga korban, Alfat (26), balita perempuan ini terserert arus, saat mulanya ia bermain dengan saudaranya di halaman rumah.
Tidak berselang lama, kakak korban yang tengah bermain bersama di genangan air tersebut, berteriak histeris. Melihat korban tiba-tiba masuk ke dalam drainase tersebut.
“Drainase ini memang dibuka kalau banjir sudah mulai surut. Biasanya kalau banjir sudah se mata kaki dibuka, agar air bisa masuk dan cepat surutnya,” ungkapnya tepat di lokasi kejadian.
Alfad lantas bergegas, memperlihatkan video yang sempat direkam oleh keluarga korban. Dalam video tersebut, korban mengenakan pakaian berkelir coklat dan celana pendek hitam.
“Sebenarnya dia ini main-main air di halaman rumah, tapi enggak tahu kenapa tiba-tiba dia (korban) keluar. Nah, langsung kakanya tadi kasih kabar sambil nangis,” urainya.
Dalam pantauan redaksi Times Kaltim di lapangan. Air di dalam drainase tersebut masih terlihat cukup deras. Diperkirakan air mencapai 2 meter. Sementara lebarnya diperkirakan 2 meter.
Untuk diketahui saat ini tim SAR beserta relawan sedang melakukan pencarian. Dan untuk lokasi utama pencarian difokuskan pada daerah aliran Sungai Karang Mumus (SKM). (Has/Wan)












