Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
Kukar

Diarpus Kukar Gelar FGD, Ungkap Pesona Misteri Prasasti Yupa

413
×

Diarpus Kukar Gelar FGD, Ungkap Pesona Misteri Prasasti Yupa

Sebarkan artikel ini
Kegiatan FGD Diarpus Kukar di RM. Himba Karakah Basecamp, pada Rabu (31/07/2024). (Roby Sugiarto/Times Kaltim)

Timeskaltim.com, Kukar – Dalam upaya menggali lebih dalam kekayaan sejarah dan budaya Kutai Kartanegara (Kukar), Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Diarpus) Kukar menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Meramu Informasi Potensi Prasasti Yupa Sebagai Warisan Dokumenter Dunia”.

Acara yang berlangsung meriah di RM. Himba Karakah Basecamp, pada Rabu (31/07/2024) lalu ini, berhasil menyoroti pentingnya prasasti yupa sebagai jendela waktu menuju masa lalu sejarah asal mula kerajaan-kerajaan di tanah Kutai.

Prasasti yupa, tiang batu bertulis yang menyimpan misteri sejarah, menjadi pusat perhatian dalam FGD ini. Sebagai salah satu peninggalan sejarah yang paling berharga, yupa telah menjadi cikal bakal pemahaman kita tentang peradaban di Kutai.

Kerennya, melalui FGD ini, peserta tidak hanya diajak berbincang tentang peninggalan prasasti Yupa, melainkan juga mendapatkan pemahaman tentang banyaknya kisah-kisah dengan versi yang berbeda tentang sejarah terbangunnya kerajaan Kutai.

Lebih uniknya, prasasti yupa yang ditemukan di wilayah Kutai memberikan petunjuk penting tentang kehidupan sosial, politik, dan keagamaan masyarakat pada masa itu.

Kepala Diarpus Kukar, Aji Lina Rodiah, mengatakan, bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan prasasti yupa kepada masyarakat luas.

“Kita belum terlalu familiar dengan benda-benda peninggalan sejarah seperti yupa ini. Padahal, di dalamnya tersimpan begitu banyak informasi berharga tentang sejarah dan budaya kita,” ujar Aji Lina Rodiah saat ditemui Timeskaltim.com.

Lebih lanjut, Lina juga mengungkapkan bahwa FGD ini disiarkan secara langsung melalui YouTube dan disaksikan langsung oleh Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI).

“Ke depannya, kami akan mempresentasikan hasil FGD ini di tingkat nasional. Ini merupakan langkah awal untuk memperkenalkan prasasti yupa Kutai ke kancah internasional,” imbuhnya.

“Kegiatan ini tidak hanya sekedar diskusi, tetapi juga menjadi ajang edukasi bagi masyarakat. Kami ingin menumbuhkan rasa cinta terhadap sejarah dan budaya lokal,” timpalnya.

Dengan FGD ini, Lina mengatakan, hal merupakan langkah awal dalam upaya pelestarian dan pemanfaatan prasasti yupa sebagai sumber sejarah.

Di masa mendatang, Diarpus Kukar berencana untuk menyelenggarakan kegiatan serupa dengan fokus yang lebih spesifik, untuk mengkaji lebih mendalam isi prasasti yupa.

“Kami berharap dengan adanya kegiatan-kegiatan seperti ini, masyarakat semakin tertarik untuk mempelajari sejarah dan budaya Kutai,” pungkasnya. (Rob/Wan)