Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
Kukar

Jalan Dusun 2 Sungai Tempurung Terbengkalai Bertahun-tahun, Maulidin : Akibat Faktor Politik

718
×

Jalan Dusun 2 Sungai Tempurung Terbengkalai Bertahun-tahun, Maulidin : Akibat Faktor Politik

Sebarkan artikel ini
Kades Kutai Lama, Maulidin. (Roby Sugiarto/Times Kaltim)

Timeskaltim.com, Kukar – Jalan Di Dusun Sungai Tempurung, Desa Kutai Lama, Kecamatan Anggana, Kutai Kartanegara (Kukar) kian memprihatinkan. Sudah bertahun-tahun, warga harus berjibaku dengan kondisi jalan yang rusak parah, penuh genangan air, dan berlumpur. Kondisi ini dinilai dapat menghambat akses transportasi dan aktivitas warga setempat.

Terlihat, dari pantauan wartawan Timeskaltim.com menunjukkan, kondisi jalan di Dusun Sungai Tempurung sangat tidak layak untuk dilalui. Jalanan tanah yang sangat licin dan berlubang yang sangat dalam, ditambah lagi dengan genangan air dan lumpur, membuat akses transportasi menjadi sangat sulit, terutama bagi kendaraan roda dua.

Kepala Desa (Kades) Kutai Lama, Maulidin mengatakan, bahwa warga Dusun 2 Sungai Tempurung kecewa terhadap Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Kukar dengan lambatnya perbaikan jalan di wilayah mereka. Mereka telah lama menanti perbaikan, namun hingga kini belum ada tanda-tanda perbaikan yang signifikan.

“Akses jalan di Dusun Sungai Tempurung memiliki panjang sekitar 5 kilometer. Namun, hingga saat ini, belum ada perbaikan selama bertahun-tahun,” ujar Maulidin saat diwawancarai media ini, pada Sabtu (13/07/2024).

Maulidin juga menjelaskan, bahwa terdapat permasalahan lain yang menghambat perbaikan jalan di desanya. Jalan tersebut berbatasan dengan wilayah Kelurahan Samarinda, tepatnya di Kelurahan Makroman.

“Mereka (Kelurahan Makroman, Red) tidak ingin membangun jalan, karena beralasan penduduk Samarinda tidak ada di wilayah itu,” katanya.

Selain itu, Maulidin mengungkapkan, bahwa salah satu kendala utama lambatnya perbaikan jalan ada pada faktor politik. Menurutnya, ada pihak-pihak yang sengaja menghambat pembangunan di desanya karena perbedaan pilihan politik.

“Saya selaku kades juga serba salah. Jadi, kalau di desa ini harus satu, apa kata komandan, kita harus ikuti,” ujar maulidin.

Ia juga menjelaskan, bahwa akibat dari politik yang tidak sehat ini, banyak program pembangunan di desanya yang terhambat, termasuk program perbaikan jalan.

Sebelumnya, untuk pembangunan jalan ini pihak Pemerintah Desa Kutai Lama telah mendapatkan disposisi dari Bupati Kukar, akan mendapatkan perbaikan jalan. Namun, setelah disposisi, pihaknya bersama-sama menghadap kepada kelala Dinas Pekerja Umum (PU) Kukar, bahwa 3 desa akan dibangun.

“Sampai saat ini sebelum pemilu, pihak kami belum mendapatkan kebagian apa apa,” timpalnya.

Lebih lanjut, selain faktor politik, Maulidin juga menerangkan, bahwa keterbatasan dana desa menjadi kendala lain dalam perbaikan jalan. Dana desa yang dikucurkan oleh pemerintah daerah dinilai tidak cukup untuk membiayai pembangunan infrastruktur secara menyeluruh.

“Kita juga, kalau untuk infrastruktur, hanya melalui aspirasi dewan saja. Yang paling banyak 200 juta rupiah, tapi paling-paling dapat 150 juta rupiah,” jelasnya.

Tarakhir, Maulidin berharap agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar, dapat memberikan perhatian lebih kepada pembangunan di desanya. (Rob/Wan)