Anggota DPRD Kota Samarinda, Sri Puji Astuti. (Berby/Times Kaltim)
Timeskaltim.com, Samarinda – Anggota DPRD Kota Samarinda, Sri Puji Astuti menyebut jika anggaran adalah hal yang sensitif dan bisa menjadi kendala serius dalam peningkatan sumber daya manusia (SDM.
Menurutnya, peningkatan anggaran sangat dibutuhkan untuk menunjang berbagai pelatihan yang diharapkan mampu melahirkan SDM yang kompeten.
“Anggaran yang tersedia saat ini hanya Rp14 miliar rupiah ditambah dengan bantuan presiden sebesar Rp3,8 miliar, jadi totalnya sekitar Rp18 miliar. Anggaran ini perlu ditingkatkan untuk melaksanakan pelatihan dan kegiatan lain,” tuturnya, Minggu (30/6/2024).
Selain anggaran, kesenjangan informasi di masyarakat, serta banyak pelatihan dan cara mengaksesnya masih belum tersampaikan merata di masyarakat kini menambah beban masalah bagi Dinas Ketenagakerjaan.
“Seperti ada Job Fair yang diadakan, tetapi tidak semua orang tahu tentang itu. Ada yang tidak tahu ke mana harus mencari informasi pelatihan,” paparnya.
Dirinya berharap program BPJS Ketenagakerjaan dapat berjalan lebih maksimal dan efektif agar dapat mencapai sasaran yang diinginkan, terutama bagi pekerja rentan.
“Pemerintah harus segera menyelesaikan masalah regulasi, memperkuat SDM, menambah anggaran, dan memastikan informasi tersebar merata agar program ini bisa berjalan dengan baik,” tandasnya. (Bey)












