Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
AdvertorialDPRD Kabupaten Kutai Timur

Upaya Percepat Pemadaman Kebakaran, Abdi Firdaus Minta Pemerintah Tambah Pompa Air bagi Pemadam

535
×

Upaya Percepat Pemadaman Kebakaran, Abdi Firdaus Minta Pemerintah Tambah Pompa Air bagi Pemadam

Sebarkan artikel ini
Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Kutai Timur, Abdi Firdaus.
Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Kutai Timur, Abdi Firdaus.

Timeskaltim.com, Kutim – Dalam upayanya untuk meningkatkan efektivitas penanggulangan kebakaran, DPRD Kabupaten Kutai Timur, Abdi Firdaus, mengusulkan tambahan alat pemadam kebakaran berupa pompa manual di setiap desa. Hal ini disampaikan dalam tanggapannya terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pencegahan dan Penanggulangan Bahaya Kebakaran yang diusulkan oleh Pemkab Kutim.

“Tambahan untuk menyediakan pompa manual di setiap desa-desa sangat penting. Setiap kecamatan terbatas sekali unitnya. Contoh ketika terjadi kebakaran besar yang menelan korban jiwa satu orang, pemadam sering kali kekurangan suplai air. Untung ada perusahaan-perusahaan yang membantu, kalau tidak, maka kebakaran akan habis-habisan,” ujar Abdi Firdaus.

Abdi menekankan bahwa dengan menyediakan pompa manual di setiap desa, respon awal terhadap kebakaran bisa lebih cepat dilakukan oleh warga setempat sebelum bantuan dari unit pemadam kebakaran tiba. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi dampak kerusakan yang ditimbulkan oleh kebakaran.

“Pompa manual di setiap desa akan sangat membantu dalam penanganan awal kebakaran. Ini sangat penting mengingat sering kali unit pemadam kebakaran membutuhkan waktu untuk mencapai lokasi kebakaran, terutama di daerah yang infrastrukturnya kurang memadai,” tambahnya.

Abdi Firdaus juga menyoroti keterbatasan unit pemadam kebakaran di setiap kecamatan. Menurutnya, dengan adanya pompa manual, warga dapat segera melakukan upaya pemadaman awal sambil menunggu bantuan dari unit pemadam kebakaran. Hal ini dapat mengurangi risiko kebakaran meluas dan menimbulkan kerugian yang lebih besar.

“Setiap kecamatan harus memiliki lebih banyak unit pemadam kebakaran, tetapi dengan keterbatasan yang ada saat ini, pompa manual dapat menjadi solusi sementara yang efektif,” jelas Abdi.

Tanggapan Abdi Firdaus ini menunjukkan keseriusan DPRD Kabupaten Kutai Timur dalam mencari solusi untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan respons terhadap kebakaran. Dengan adanya tambahan anggaran dan penyediaan pompa manual di setiap desa, diharapkan penanggulangan kebakaran di Kutai Timur dapat dilakukan dengan lebih cepat dan efisien, sehingga masyarakat dapat merasa lebih aman dan terlindungi dari ancaman kebakaran. (SH/ADV)