Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
AdvertorialDPRD Kabupaten Kutai Timur

Jimmi Dorong Dishub Hadirkan Jembatan Timbang Mobile untuk Awasi Truk Pengangkut yang Overload

540
×

Jimmi Dorong Dishub Hadirkan Jembatan Timbang Mobile untuk Awasi Truk Pengangkut yang Overload

Sebarkan artikel ini
Wakil Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Kutai Timur, Jimmi.
Wakil Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Kutai Timur, Jimmi.

Timeskaltim.com, Kutim – Wakil Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Kutai Timur, Jimmi, menyoroti permasalahan kerusakan jalan yang semakin parah akibat truk pengangkut sawit yang overload. Ia mendorong Dinas Perhubungan (Dishub) untuk segera menghadirkan jembatan timbang mobile sebagai solusi untuk mengawasi truk yang melewati batas beban.

“Perusahaan sawit yang bersangkutan sudah ada beberapa segmen yang membuat kondisi jalan semakin parah. Mereka punya peran di sana, tetapi kita mau penekanannya ke pemerintah daerah,” ujar Jimmi. Menurutnya, peran aktif pemerintah daerah dalam mengontrol muatan truk sangat penting untuk mencegah kerusakan infrastruktur jalan yang lebih parah.

Jimmi mengusulkan penerapan jembatan timbang mobile yang dikelola oleh Dishub untuk memonitor truk pengangkut sawit. “Supaya penerapan jembatan yang sering dilewati truk pengangkut sawit ini dimonitor, dan ini penting untuk diterapkan supaya bisa mengontrol seberapa overload jembatan atau jalanan itu dilalui oleh mobil-mobil sawit,” jelasnya.

Menurut Jimmi, dengan adanya jembatan timbang mobile, Dishub dapat lebih efektif mengawasi dan menindak truk yang membawa muatan berlebih. “Kita berharap adanya timbangan mobile, Dishub yang kelola itu,” tegasnya. Langkah ini diharapkan dapat membantu menjaga kualitas jalan dan mencegah kerusakan lebih lanjut yang diakibatkan oleh truk-truk yang melebihi kapasitas muatan.

Kerusakan jalan yang disebabkan oleh truk pengangkut sawit overload tidak hanya berdampak pada kondisi jalan itu sendiri, tetapi juga pada keselamatan pengguna jalan lainnya. Dengan kontrol yang lebih ketat melalui jembatan timbang mobile, diharapkan dapat tercipta jalan yang lebih aman dan berkelanjutan bagi masyarakat Kutai Timur.

“Dengan penerapan jembatan timbang mobile ini, kita bisa memastikan bahwa truk-truk pengangkut sawit tidak lagi melewati batas muatan yang diizinkan, sehingga kerusakan jalan dapat diminimalisir,” kata Jimmi. Ia menekankan bahwa pengawasan yang ketat dari Dishub merupakan langkah penting dalam menjaga infrastruktur jalan di wilayah tersebut.

Selain itu, Jimmi juga berharap bahwa perusahaan-perusahaan sawit yang beroperasi di Kutai Timur dapat lebih bertanggung jawab dalam mengelola muatan truk mereka. “Perusahaan sawit harus lebih peduli dan ikut menjaga kondisi jalan yang mereka gunakan. Ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah daerah, tetapi juga semua pihak yang terlibat,” tutupnya.

Dengan upaya bersama antara pemerintah daerah, Dishub, dan perusahaan-perusahaan sawit, diharapkan permasalahan kerusakan jalan akibat truk overload dapat segera teratasi. Implementasi jembatan timbang mobile akan menjadi langkah awal yang signifikan dalam upaya tersebut.(SH/ADV)