Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
AdvertorialDPRD Kabupaten Kutai Timur

Beasiswa Mengalir dari CSR dan Pemerintah, Novel Paembonan Sarankan Adanya Pembagian Terstruktur

497
×

Beasiswa Mengalir dari CSR dan Pemerintah, Novel Paembonan Sarankan Adanya Pembagian Terstruktur

Sebarkan artikel ini
Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Kutai Timur, dr. Novel Tyty Paembonan.
Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Kutai Timur, dr. Novel Tyty Paembonan.

Timeskaltim.com, Kutim – Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Kutai Timur, dr. Novel Tyty Paembonan, mengeluarkan pandangannya terkait penyaluran beasiswa dari Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan serta pemerintah daerah. Novel menyoroti perlunya pembagian beasiswa yang terstruktur dan terkoordinasi dengan baik untuk memastikan efektivitas dan keadilan dalam penyaluran.

Novel menegaskan bahwa saat ini terdapat keraguan dan ketidakjelasan dalam penyaluran beasiswa, di mana beberapa mahasiswa mendapatkan beasiswa dari berbagai sumber yang berbeda, seperti perusahaan seperti Kobexindo dan Kaltim Prima Coal (KPC), serta dari Dinas Pendidikan. “Ini harusnya betul-betul harus diatur baik, dikoordinasikan supaya tidak simpang siur, orang bingung ada yang ke Kobexindo, ada yang ke KPC, ada yang dinas kependidikan,” ungkapnya.

Ia mengusulkan agar terdapat koordinasi yang lebih baik antara perusahaan yang memberikan beasiswa dengan pemerintah daerah, khususnya Dinas Pendidikan. “Lebih baik sudahlah Kobexindo mau memberikan beasiswa di tingkat apa, SD berapa, SMP berapa, taruh dinas pendidikan, sebut saja ini punya Kobexindo, ini punya KPC, ini punya pemerintah supaya satu pintu, supaya enak mengaturnya,” tambah Novel.

Menurutnya, dengan adanya pembagian beasiswa yang terstruktur, akan memudahkan koordinasi dan pengelolaan serta memastikan bahwa beasiswa tersebut tepat sasaran. Hal ini juga akan menghindari kebingungan dan ketidakjelasan di kalangan penerima beasiswa serta memastikan bahwa mereka mendapatkan manfaat yang maksimal dari program beasiswa tersebut.

Novel juga menyoroti pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam penyaluran beasiswa, serta perlunya peraturan yang jelas dan pengawasan yang ketat dari pemerintah daerah. Dengan demikian, dapat dipastikan bahwa beasiswa yang diberikan benar-benar mencapai tujuan untuk meningkatkan akses pendidikan dan kesejahteraan masyarakat Kutai Timur.

Dengan pernyataannya ini, Novel Tyty Paembonan berharap agar penyaluran beasiswa di Kutai Timur dapat lebih terstruktur dan efektif, sehingga dapat memberikan manfaat yang optimal bagi perkembangan pendidikan dan SDM di daerah tersebut. (SH/ADV)