Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
AdvertorialDPRD Kabupaten Kutai Timur

Permudah Alur Beasiswa, Novel Paembonan Harap Adanya Beasiswa Satu Pintu Kutim

538
×

Permudah Alur Beasiswa, Novel Paembonan Harap Adanya Beasiswa Satu Pintu Kutim

Sebarkan artikel ini
Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Kutai Timur, dr. Novel Tyty Paembonan.
Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Kutai Timur, dr. Novel Tyty Paembonan.

Timeskaltim.com, Kutim – Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Kutai Timur, dr. Novel Tyty Paembonan, mengemukakan pentingnya pengaturan alur beasiswa melalui sistem satu pintu untuk mengatasi kebingungan di masyarakat. Ide ini muncul sebagai respons terhadap gejolak yang sering terjadi terkait penyaluran beasiswa dari berbagai sumber yang berbeda.

“Dengan kondisi seperti gejolak yang ada di masyarakat seperti ini, yang simpang siur, kita bingung di sini ada kasih beasiswa,” ungkap Novel. Menurutnya, sistem satu pintu dapat membantu masyarakat untuk lebih mudah mengetahui informasi terkait beasiswa yang tersedia.

Novel menjelaskan, program beasiswa satu pintu ini akan memusatkan seluruh informasi dan pendaftaran di Dinas Pendidikan. Dengan demikian, masyarakat dari 141 desa dan 18 kecamatan di Kutai Timur dapat dengan mudah mengakses data mengenai jumlah kuota beasiswa dan persyaratannya. “Supaya masyarakat Kutai Timur dari 141 desa 18 kecamatan ini tahu, di dinas pendidikan ada beasiswa untuk siapa SD segini, SMP segini, SMA, S1 S2 S3, syaratnya apa, ada berapa,” katanya.

Ia menambahkan, saat ini terdapat berbagai sumber beasiswa, termasuk dari perusahaan seperti Kobexindo dan PT Kaltim Prima Coal (KPC). Novel mengusulkan agar semua beasiswa dari berbagai sumber tersebut dikelola melalui satu pintu di Dinas Pendidikan. “Untuk dinas pendidikan masih ada kuota 10, dari Kobexindo ada 2, dari PT KPC 3, berarti ada 15,” jelasnya.

Lebih lanjut, Novel menekankan pentingnya pendistribusian beasiswa yang tepat sasaran, terutama untuk anak-anak yang benar-benar membutuhkan. “Kita kembalikan jangan juga yang mampu dapat juga, betul-betul harus dilihat secara faktual, bahwa memang ini anak yang kurang mampu, atau dengan syarat-syarat yang mereka bisa terima,” tambahnya.

Novel berharap, dengan adanya sistem satu pintu ini, proses pendaftaran dan pembagian beasiswa dapat berjalan lebih efektif dan efisien, serta menghindari kebingungan di masyarakat. Sistem ini juga diharapkan dapat memastikan bahwa bantuan beasiswa benar-benar menjangkau anak-anak yang membutuhkan di Kutai Timur. (SH/ADV)