Timeskaltim.com, Kutim – Dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Kutai Timur yang mencapai 9,1 triliun, Wakil Ketua DPRD Kutai Timur, Arfan, menekankan pentingnya pemaksimalan pelayanan kesehatan di wilayah tersebut. Menurut Arfan, sektor kesehatan merupakan salah satu aspek paling krusial dalam pelayanan publik karena perannya dalam melindungi dan mempromosikan kesehatan masyarakat.
“Sektor kesehatan wajib memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat yang membutuhkan. Pemberian pelayanan kepada masyarakat merupakan keharusan bagi pemerintah, termasuk di sektor kesehatan,” ujar Arfan.
Arfan juga mengungkapkan bahwa ia telah beberapa kali berdiskusi dengan Direktur Rumah Sakit Kudungga mengenai pentingnya meningkatkan kualitas pelayanan. “Pelayanan yang baik bukan hanya soal pengobatan. Senyum dan keramahan dari tenaga kesehatan sudah bisa memberikan semangat kepada pasien untuk cepat sembuh. Namun, jika pelayanannya datang dengan muka masam, pasien bisa merasa kesal dan kesehatannya malah terpengaruh,” jelas Arfan.
Ia menekankan bahwa peningkatan pelayanan di Rumah Sakit Kudungga harus menjadi prioritas. “Saya menyarankan kepada Rumah Sakit Kudungga untuk memperbaiki pelayanannya sehingga masyarakat yang menggunakan fasilitas kesehatan dapat merasakan layanan yang baik,” kata Arfan.
Selain itu, Arfan juga menyoroti pentingnya pelayanan BPJS Kesehatan yang merupakan program nasional. “Dengan anggaran yang besar ini, saya kira tidak ada lagi masyarakat yang tidak tercover oleh BPJS. Kita harus memastikan bahwa anggaran yang besar ini bisa dimaksimalkan untuk pelayanan kesehatan masyarakat,” ujarnya.
Arfan juga menekankan pentingnya peran Posyandu dalam menjaga kesehatan masyarakat. “Kami mendorong dan membantu Posyandu, memberikan masukan kepada Dinas Kesehatan agar anggaran besar yang sudah digelontorkan bisa dimaksimalkan untuk pelayanan kesehatan di masyarakat,” tambahnya.
Dengan APBD yang besar, Arfan berharap agar setiap fasilitas kesehatan di Kutai Timur dapat memberikan pelayanan yang maksimal. “Wajib bagi kita untuk memastikan masyarakat Kutai Timur mendapatkan pelayanan kesehatan yang optimal,” pungkas Arfan. (SH/ADV)












