Anggota DPRD Kota Samarinda, Deni Hakim Anwar. (Berby/Times Kaltim)
Timeskaltim.com, Samarinda – Komisi IV DPRD Samarinda menunjukkan komitmennya dalam mendukung berbagai program yang diusulkan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2PA) Kota Samarinda, meskipun terkendala oleh keterbatasan anggaran.
Anggota DPRD Kota Samarinda, Deni Hakim Anwar, menyatakan bahwa pemangkasan anggaran oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Samarinda telah membatasi kemampuan DP2PA dalam mengimplementasikan program-program mereka.
“Dari laporan yang kami terima, anggaran yang tersedia sebenarnya tidak mencukupi akibat pemangkasan oleh TAPD,” ujarnya, Kamis (27/6/2024).
Namun demikian, Komisi IV DPRD Samarinda tetap mendorong DP2PA untuk mengajukan program-program esensial, terutama yang berkaitan dengan hak dan perlindungan perempuan serta anak di Samarinda.
“Program yang bersifat fisik mungkin mengalami keterlambatan, tetapi program yang mendesak harus diprioritaskan,” tegasnya.
Dukungan ini diharapkan dapat membantu DP2PA tetap efektif dalam menjalankan misinya meskipun menghadapi tantangan anggaran, dengan memastikan perlindungan dan pemberdayaan perempuan serta anak tetap menjadi prioritas utama di Kota Tepian.
“Kami di dewan akan memperjuangkan program-program ini. Kami juga menekankan pentingnya penyerapan anggaran hingga 50 persen agar tidak terjadi kebingungan saat memasuki triwulan ketiga,” pungkasnya. (Bey)












