Anggota DPRD Kota Samarinda, Deni Hakim Anwar. (Berby/Times Kaltim)
Timeskaltim.com, Samarinda – Tingginya angka kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak menjadi bukti bahwa Kota Samarinda sedang mengalami krisis moral dan akhlak.
Anggota DPRD Kota Samarinda, Deni Hakim Anwar, menekankan pentingnya kolaborasi antarlembaga dalam upaya pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak di Samarinda.
Menurutnya, kerja sama yang erat antara Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Samarinda, bersama universitas, komunitas, dan organisasi pemerintah, krusial untuk meningkatkan efektivitas upaya pencegahan.
“Sangat penting untuk berkolaborasi lintas lembaga dalam menangani masalah kekerasan ini,” tegasnya, Rabu (26/6/2026).
Selain itu, ia juga menekankan peran vital orang tua dalam mendidik anak-anak mereka untuk menghormati dan tidak melakukan kekerasan.
Dikatakannya, pendidikan agama dan moral merupakan landasan yang krusial dalam membangun karakter anak yang memiliki sikap anti-kekerasan.
“Pendidikan agama dan moral harus menjadi fokus utama dalam mendidik anak-anak untuk membentuk karakter yang beretika dan tidak melakukan kekerasan,” tutupnya. (Bey)












