Ilustrasi calon pengantin. (Ist.)
Timeskaltim.com, Samarinda – Anggota DPRD Kota Samarinda, Sani Bin Husain mendorong pemerintah agar mulai menerapkan sebuah pelatihan yang dikhususkan bagi para calon pengantin (catin) sebelum benar-benar melangkah ke jenjang pernikahan.
Meskipun telah disediakan konseling yang diberikan dari berbagai lembaga seperti Kantor Urusan Agama (KUA), puskesmas, ataupun Kementerian Agama, menurut Sani hal itu belumlah cukup.
Melihat tingginya angka perceraian, meningkatnya kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), banyaknya kasus anak-anak yang ditelantarkan orang tua dan masih banyak kasus yang diakibatkan ketidaksiapan catin menjadi pengantin serta orang tua.
“Konseling itu ada, tapi paling masuk telinga kanan, keluar telinga kiri bagi mereka yang benar-benar hanya ingin ‘sah’ saja menikah, ilmu berumah tangga belum ada. Anak-anak sekarang banyak begitu,” jelasnya, baru-baru ini.
Ia menyarankan pemerintah menseriusi sebuah program pelatihan yang dapat diberikan bagi catin. Jika perlu pelatihan tersebut menjadi salah satu syarat wajib untuk mendapat lampu hijau administratif pernikahan.
“Betul-betul harus diterapkan pelatihan catin ini kalau pemerintah mau menseriusi. Siapa lagi yang bisa, kalau bukan pemerintah turun tangan mewajibkan,” terangnya.
Politikus asal PKS ini menegaskan pentingnya ilmu sebelum menikah baik ilmu agama, ilmu manajemen emosi, ilmu keuangan, ilmu parenting, ilmu piskologi dan masih banyak ilmu yang perlu di dalami.
“Menikah harus punya ilmu, ilmu agama, ilmu psikologi supaya istri tahu suami kerja otaknya bagaimana dan suami tahu istri ini maunya apa, ilmu mengurus anak, macam-macam semua ilmu dipelajari,” tandasnya. (Bey)












