Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
AdvertorialDPRD Kota Samarinda

Komisi IV Sebut Ketidaksiapan Mental dan Ekonomi Jadi Faktor Risiko Kekerasan Terhadap Anak

276
×

Komisi IV Sebut Ketidaksiapan Mental dan Ekonomi Jadi Faktor Risiko Kekerasan Terhadap Anak

Sebarkan artikel ini

Deni Hakim Anwar, Anggota DPRD Kota Samarinda. (Berby/Times Kaltim)

Timeskaltim.com, Samarinda – Anggota DPRD Kota Samarinda, Deni Hakim Anwar, menilai bahwa ketidaksiapan mental dan ekonomi perempuan sebagai ibu, menjadi salah satu faktor risiko penyebab terjadinya kekerasan terhadap anak di perkotaan.

Menurutnya, seringkali kekerasan terhadap anak, terutama di perkotaan, dilakukan oleh ibu-ibu yang mengalami tekanan mental dan ekonomi yang berat.

“Beban fisik, mental, dan ekonomi yang harus dipikul oleh perempuan ini sering kali melebihi kapasitasnya, sehingga dapat memicu frustasi dan kemarahan yang kemudian dilampiaskan kepada anak-anak,” terangnya, Rabu (15/5/2024).

Deni menjelaskan bahwa kekerasan ini sebenarnya bisa dicegah dengan memberikan bimbingan kepada anak sebelum menikah, atau melalui lembaga konseling sebelum pernikahan.

“Bimbingan pranikah dan konseling dapat menjadi kunci untuk mencegah terjadinya kekerasan dalam keluarga, yang seringkali menjadi korban adalah anak-anak dan ibu,” imbuhnya.

Ia menekankan pentingnya konseling di bidang agama dan kesehatan jiwa untuk membantu calon pengantin mempersiapkan diri secara mental dan spiritual untuk pernikahan dan kehidupan rumah tangga.

Namun, masalahnya saat ini adalah banyak pernikahan yang hanya didasari oleh “cinta” tanpa mempertimbangkan berbagai masalah yang akan dihadapi setelah menikah.

“Kita berharap pemerintah memberikan perhatian yang lebih serius terhadap isu kekerasan anak dan mendorong masyarakat untuk aktif mencegahnya dengan meningkatkan kesadaran dan kepedulian terhadap anak-anak,” pungkasnya. (Bey)