Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
DaerahPolitikSamarinda

Hasil Reses DPRD Kaltim Dapil Samarinda, Infrastruktur Dasar Masih Jadi Persoalan

345
×

Hasil Reses DPRD Kaltim Dapil Samarinda, Infrastruktur Dasar Masih Jadi Persoalan

Sebarkan artikel ini
Jawad Sirajuddin Anggota DPRD Kaltim Daerah Pemilihan (Dapil) Kota Samarinda (Fahruraji/TimesKaltim)

Timeskaltim.com, Samarinda – Anggota Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPRD Kaltim, Jawad Sirajuddin menyampaikan laporan hasil reses derah pemilihan (Dapil) Kota Samarinda dalam gelaran Rapat Paripurna ke-27 yang diselenggarakan pada Senin (8/11/2021) di lantai 6 gedung D Kantor DPRD Kaltim.

Lebih mendalam, legislator dengan sapaan akrab Jawad itu berharap agar usulan yang dihimpun melalui kegiatan reses dapat segera ditindaklanjuti. Secara terperinci, ada enam Kelurahan yang dia sampaikan. Diantaranya, Kelurahan Sidomulyo, Sidodamai, Sambutan, Karang Anyar, Dadi Mulya dan Masjid.

Di Kelurahan Sidomulyo, Kecamatan Samarinda Ilir, Jawad mengungkapkan, masyarakat berharap perbaikan jalan dan drainase di jalan Bukit rumbia 1 dan 2. Selain itu, usulan perbaikan jalan juga disampaikan oleh masyarakat di Kelurahan Sambutan.

“Masyarakat mengusulkan karena jalan rusak dan berlubang. Sehingga masyarakat banyak yang mengalami kecelakaan ketika melewati jalan tersebut,” terang Jawad saat membacakan hasil reses.

Khusus di Kelurahan Sidodamai, masyarakat mengeluhkan masalah tanah longsor di jalan Damai gang Intifadah yang diakibatkan dari dampak pembangunan perumahan. Masyarakat berharap agar dewan dapat membantu menyelesaikan masalah tersebut.

“Untuk masyarakat Kelurahan Karang Anyar mengusulkan bantuan dana LPM, FKPM dan Karang Taruna. Sebab sejak tahun 2018 mereka tidak mendapatkan dana. Juga ada usulan mobil ambulance untuk warga RT. 16 dan sekitarnya,” tambahnya.

Berbeda dengan warga di Kelurahan Masjid. Lanjut dia, masyarakat mengeluhkan perihal fasilitas air bersih yang tidak lancar. Diakui dia, air bersih dikeluhkan sebab hanya mengalir di waktu tengah malam saja.

“Terkadang hanya empat hari sekali baru ngalir. Masalahnya pipa PDAM masih kecil sedangkan pemakaiannya lebih banyak. Solusinya adalah penggantian pipa yang lebih besar,” bebernya.(Aji)