Jumpa Pers bersama Dinas Perkebunan Kaltim. (Berby/Times Kaltim)
Timeskaltim.com, Samarinda – Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menghadiri kegiatan jumpa pers yang digelar oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim.
Dalam jumpa pers di Ruang WIEK Diskominfo Kaltim, Ahmad Muzakkir selaku Kepala Disbun Kaltim memaparkan terkait program kerja hingga capaian dalam peningkatan produktivitas perkebunan.
Pada indikator kinerja utama (IKU) 2023 lalu, Disbun Kaltim berhasil mencapai bahkan melebihi target yang ditentukan. Salah satunya terdapat 111 perusahaan yang mendapatkan sertifikat Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) di Kaltim.
Selain itu, perkembangan luas komoditi perkebunan pada 2018-2023 mengalami peningkatan pada tahun 2022 yakni seluas 1.575.177 HA. Namun, pada produksi komoditi perkebunan tahun 2018-2023, diperoleh peningkatan pada tahun lalu yakni sebesar 20.801.100 Ton.
“Target perkebunan rakyat pada 2024 sebesar 2.320 Hal ni diharapkan dapat meningkatkan nilai tukar petani ke depannya,” ujarnya, Jumat (26/01/2024).
Rinciannya melibatkan penambahan areal tanaman perkebunan sebesar 470 Ha, termasuk Kakao 100 Ha, Karet 100 Ha, Kelapa Sawit 100 Ha, Lada 50 Ha, Pala 50 Ha, Aren 25 Ha, Kopi 20 Ha, dan Kakao Mahakam Ulu 25 Ha.
Sementara itu, pemeliharaan dan intensifikasi tanaman perkebunan mencakup Kakao, Karet, Kelapa Sawit, Lada, Kelapa Dalam, Pala, Aren, dan Kepala Sawit (MP).
“Proses permohonan bantuan pengembangan dimulai dari Proposal Kelompok Tani, yang kemudian diserahkan ke Dinas Kabupaten/Kota yang membidangi Perkebunan,” jelasnya.
Ia juga menerangkan setelah diverifikasi, permohonan diserahkan ke Dinas Perkebunan Provinsi Kaltim.
Kemudian tahapan berikutnya melibatkan verifikasi CP/CL untuk memastikan keberadaan pengurus, legalitas, dan lokasi di luar kawasan hutan.
Terlahir, ia menegaskan pentingnya verifikasi CP/CL terkait dengan aspek kelembagaan petani.
“Disbun Kaltim terus memberikan perhatian terhadap peran kelembagaan petani dengan memberikan dorongan dan motivasi untuk mengembangkan usaha mereka, sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan petani dan mendorong perkembangan budidaya perkebunan rakyat,” pungkasnya. (Bey)












