Anggota DPRD Kaltim, Puji Setyowati saat menggelar sosialisasi wawasan kebangsaan. (Ist)
Timeskaltim.com, Samarinda – Anggota DPRD Kaltim Puji Setyowati kembali melaksanakan Sosialisasi Wawasan Kebangsaan (Sosbang) di kota Samarinda, tepatnya di kelurahan Sungai Dama, kecamatan Samarinda Ilir.
“Sosialisasi wawasan kebangsaan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang 4 konsensus dasar dalam bernegara atau pilar kebangsaan, yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika,” ungkap Puji yang juga Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltim ini.
Adapun penerapan konsensus bernegara yaitu Komitmen kebangsaan, artinya komitmen terhadap ideologi kebangsaan pancasila sebagai dasar bernegara (Berketuhahan dan Berprikemanusiaan), Toleransi, atau sikap untuk memberi ruang dan tidak mengganggu orang lain untuk berkeyakinan, mengekspresikan keyakinan, dan menyampaikan pendapat (Toleransi dengan Keragaman untuk Persatuan Bangsa), kemudian Anti radikalisme dan Kekerasan (Pemaksaan Keyakinan) serta Akomodatif terhadap budaya lokal dan Membangun Bangsa.
“Nanti secara panjang lebar akan dijelaskan dua narasumber kita dari akademisi Unmul dan Universitas Widyagama Mahakam Samarinda, ibu Warkhatun Najidah dan bapak Jaidun,” beber Politisi Partai Demokrat ini.
Oleh karena itu ditekankan Puji bahwa kegiatan Sosbang menjadi salah satu kewajiban mereka anggota DPRD Kaltim, yang langsung menyentuh ke masyarakat.
“Saya sebagai anggota DPRD Kaltim memiliki kewajiban agar kebangsaan itu ada di dalam diri kita. Bagaimana kita bersilaturahim yang baik, bagaimana kita saling asah asih, dan asuh terhadap tetangga, terhadap umat dan kaum kita. Kita juga harus gotong royong terhadap lingkungan dimana kita tinggal. Falsafah dimana bumi kita pijak, langit kita junjung menjadi sebuah tekad keyakinan di dalam diri kita bersama-sama mempunyai tanggung jawab yang sama,” pesan Puji.
Ia mengingatkan pula Semboyan Bhinneka Tunggal Tunggal Ika. Oleh karena itu ditekankannya jangan sampai dicederai oleh tindakan yang justru memecahkan itu semua.
“Hal ini penting pula sebagai suplemen bagi masyarakat dalam menghadapi pesta demokrasi tahun 2024. Yang mana tanggal 28 November sudah memasuki tahapan kampanye dan pelaksanaan pemilihan di tanggal 14 Februari 2024,” ungkapnya.
Diharapkan Puji, Pesta Demokrasi agar tidak sampai menjadi alat terpecahnya persatuan dan kesatuan di masyarakat.
“Berbeda pilihan itulah demokrasi. Jangan sampai memaksakan kehendak, sehingga terjadi perpecahan. Tapi saya yakin di Samarinda sudah terbukti tiap pesta demokrasi selalu berjalan damai dan kondusif,” pungkasnya.












