PERHAPI sukses gelar TPT Ke-32 di Ballroom Hotel Mercure Samarinda, Selasa (19/9/2023) pukul 09.00 Wita.(Topan Setiawan/Times Kaltim)
Timeskaltim.com, Samarinda – PERHIMPUNAN Ahli Pertambangan Indonesia (PERHAPI), sukses menggelar Temu Profesi Tahunan (TPT) untuk ke-32 di Ballroom Hotel Mercure Samarinda, Selasa (19/9/2023) pukul 09.00 Wita.
Menariknya, tahun ini PERHAPI mengusung tema Perbaikan Tata Kelola Pertambangan untuk Menunjang Ketahanan Ekonomi Bangsa. Dipercaya, sejalur terhadap visi-misi Pemerintah dalam memperkuat Indonesia Unggul tahun 2045 mendatang.
Acara ini berlangsung sejak 17-19 September 2023, dengan dimeriahkan berbagai semarak rangkaian kegiatan sebelumnya. Yakni jalan santai bersama Universitas Mulawarman (Unmul) yang diikuti 6000 peserta, kemudian dirangkai dengan penanaman 500 pohon di area Unmul. Juga ada kegiatan susur sungai serta workshop di Fakultas Teknik Pertambangan yang dikuti sekitar 200 mahasiswa.
Sekilas berdasarkan pantauan Timeskaltim.com, gelaran tahunan tersebut berlangsung begitu meriah. Dihadiri ratusan peserta dari berbagai kalangan. Dari Anggota yang terhimpun dalam PERHAPI se-Indonesia. Pula dihadiri juga tamu delegasi dari perusahan pertambangan batubara hingga nikel. Lokal daerah maupun perusahaan asal negara asing. Tak lupa puluhan mahasiswa delegasi dari Fakultas Teknik Universitas Mulawarman pun iktu meramaikan acara ini.

Dihadiri Ketua Umum PERHAPI, Rizal Kasli diwakilkan langsung oleh Wakil Ketua Umum, Sudirman Widhy Hartono bersama Sekretaris Umum PERHAPI, Resvani. Hadir pula, Ketua Panitia Pelaksana TPT PERHAPI ke-32, Ahmad Helmy sekaligus Ketua PERHAPI Kaltim.
“Alhamdulillah, semua rangkaian acara berjalan dengan lancar, dari jalan santai bersama Unmul, penanaman pohon, worshop di Fakultas Teknik Pertambangan. Hingga pagi ini secara meriah 2 hari ke depan dapat menggelar TPT ke-32 ini,” ungkap Ketua Panitia Pelaksana TPT PERHAPI ke-32, Ahmad Helmy usai pembukaan.
Ia menambahkan, turut berterima kasih kepada seluruh dukungan dari berbagai pihak dan rekanan. Karena telah mensukseskan acara hingga saat ini.
“Semoga acara ini dapat memberikan kebermanfaatan bagi seluruh elemen. Terkhusus rakyat Indonesia pada sektor Ekonomi,” terangnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum Sudirman Widhy Hartono sangat mengapresiasi pelaksanaan TPT Ke-32 di Samarinda. Ia kemudian menjelaskan, tema TPT PERHAPI kali ini terkait perbaikan tata kelola pertambangan untuk menunjang ketahanan ekonomi bangsa.
Menurutnya, sektor pertambangan telah terbukti mampu memertahankan pertumbuhan ekonomi bangsa saat ekonomi dunia sedang terpuruk. Khususnya di masa pandemi COVID-19 silam.
Karena itu, tata kelola pertambangan haruslah terus disempurnakan agar sektor ini dapat bermanfaat semakin optimal bagi bangsa dan negara.

“Ketika banyak negara mencatat pertumbuhan ekonomi negatif, Indonesia masih bisa tumbuh positif yang salah satunya karena ditopang oleh sektor pertambangan. Kenaikan harga komoditas dan hilirisasi tambang yang sudah berjalan menjadikan perekonomian Indonesia lebih kokoh,” ungkap Sudirman Widhy Hartono.
Sudirman mengungkapkan, Indonesia perlu bersyukur memiliki potensi sumber daya alam pertambangan yang cukup besar dan beragam.
Ini menjadi modal berharga bagi perekonomian nasional. Program Pemerintah yang konsisten mendorong hilirisasi pun membuat nilai tambah yang lebih besar dari sektor pertambangan.
Pekerjaan rumah yang tidak kalah penting adalah tata kelola guna memaksimalkan potensi sumber daya alam pertambangan. Tata kelola yang baik akan memberikan manfaat yang optimal bagi bangsa.
“PERHAPI sebagai organisasi profesi di sektor pertambangan terus mendukung dan mendorong penerapan tata kelola pertambangan yang lebih baik bersama Pemerintah,” ucapnya.
PERHAPI sejauh ini melihat tata kelola pertambangan di Indonesia sudah berjalan baik.
Namun PERHAPI juga mencatat masih ada sejumlah tantangan dan masalah yang ada di sektor pertambangan. Mulai dari aktivitas penambangan sampai pada kegiatan pengolahan, pemurnian hingga ke industri manufaktur untuk memghasilkan barang jadi atau produk jadi.
Di hulu adanya pertambangan ilegal, tumpang tindih perizinan, fenomena dokumen terbang, operasional yang baik, pengembangan dan pemberdayaan masyarakat, dan aspek lingkungan.
Sementara di midstream dan hilir masih ada sejumlah isu mulai dari aspek produk yang dihasilkan yang dominan adalah produk antara dan juga konservasi cadangan.
“Ini semua menjadi catatan. Para pemangku kepentingan termasuk PERHAPI wajib menemukan solusi sehingga potensi pertambangan yang kita miliki bisa memberi manfaat yang lebih optimal lagi bagi bangsa,”ujar Sudirman.
Inilah yang mendorong PERHAPI mengusung tema “Tata Kelola Pertambangan Untuk Ketahanan Ekonomi Menuju Indonesia Unggul 2045’.
“Kami sungguh berharap, dapat mengusung kebermanfaatan bagi pemerintah dan tentu mensejahterakan Rakyat Indonesia melalui sektor ketahanan ekonomi pertambangan,” pungkasnya.(Wan)












