Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
Samarinda

Terjadi Peningkatan APBD-P Tahun 2023, Damayanti: Silpa Terlalu Besar, Jadi Catatan Kita Bersama

312
×

Terjadi Peningkatan APBD-P Tahun 2023, Damayanti: Silpa Terlalu Besar, Jadi Catatan Kita Bersama

Sebarkan artikel ini

Ketua Fraksi Kebangkitan Pembangunan (PPP-PKB), Damayanti.(Foto: Topan Setiawan/Times Kaltim)

Timeskaltim.com, Samarinda – Peningkatan APBD-P dari Rp 3,9 Triliun menjadi Rp 4,7 Triliun, mendapat persetujuan dari seluruh fraksi di DPRD Samarinda. Namun tetap ada beberapa saran atau masukan yang diberikan untuk kemajuan Kota Tepian –Julukan Kota Samarinda-. 

Seluruh fraksi telah menyetujui APBD – P tahun 2023 tersebut. Dengan peningkatan anggaran dari Rp.3.978.553.123.000 naik menjadi Rp4.778.967.963.000.

Tidak ketinggalan fraksi kebangkitan pembangunan (koalisi PPP-PKB) yang memberikan beberapa masukan. Untuk kemajuan dan perbaikan bagi Kota Samarinda.

Ketua Fraksi Kebangkitan Pembangunan (PPP-PKB), Damayanti usai rapat menyampaikan apresiasinya, terlebih dahulu kepada Pemkot Samarinda. Atas kenaikan pendapatan asli daerah (PAD) dan yang mendorong bertambahnya APBD perubahan tahun 2023.

“Kami sangat mengapresiasi dimana PAD dari Samarinda kan meningkat,” ucap Damayanti usai ditemui Timeskaltim.com pada Rapat Paripurna DPRD Samarinda, pada Jum’at (1/9/2023) malam.

Namun disatu sisi, politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut juga berharap dengan peningkatan ABPD perubahan. Jangan sampai terjadi kembali peningkatan Silpa anggaran di tahun 2023.

Tercatat sekitar Rp 900 Miliar Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (Silpa) yang diperoleh Kota Samarinda pada tahun 2022. 

“Yang jadi catatan ada Silpa yang begitu tinggi, ini yang harus menjadi pertanyaan bersama. Tentu ini jadi catatan bersama karena harus dipikirkan dengan matang,” lanjutnya.

Damayanti membeberkan pihak Pemkot menyampaikan alasan naiknya Silpa yang terjadi. Disebakan naiknya PAD dan efesiennya anggaran yang digunakan.

Untuk menanggulangi hal ini terulang kembali. Perlu adanya perencanaan yang lebih efektif. Dengan mengimbangkan perencanaan pembangunan infrastruktur dan sumber daya manusia (SDM) lebih baik lagi.

“Diharapkan dalam perencanaannya harus benar-benar sehingga silpanya tidak terlalu tinggi. Dengan visi-misi pak Walikota artinya ada percepatan-percepatan pembangunan baik Insfratruktur maupun SDM,” harapnya. (Nik/Wan)