Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
Daerah

Tak Dihargai di Indonesia, Sosok Aryanto Penemu Bahan Bakar Air Dilirik Ferarri dan Ducati

1378
×

Tak Dihargai di Indonesia, Sosok Aryanto Penemu Bahan Bakar Air Dilirik Ferarri dan Ducati

Sebarkan artikel ini

Aryanto Penemu bahan bakar air bernama Nikuba atau Niku Banyu.(Dok)

Timeskaltim.com, Cirebon – Sosok Aryanto Misel sempat menggegerkan publik Tanah Air. Pria berusia 67 tahun itu berhasil menciptakan inovasi bahan bakar air bernama Nikuba atau Niku Banyu.

Pria asal Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon itu diminta mengembangkan Nikuba sebagai bahan bakar mobil Ferrari dan sepeda motor Ducati.

Temuan Aryanto Misel sempat digunakan oleh para personel Bintara Pembina Desa (Babinsa) TNI dari Komando Resor Militer 063/Sunan Jati, Cirebon, dan Komando Daerah Militer III/Siliwangi, Bandung.

Terbaru, hasil karya pria yang dijuluki profesor tanpa gelar itu dilirik oleh produsen supercar asal Italia, Ferrari dan Ducati. Mereka penasaran dengan hasil ciptaannya.

Aryanto pun sempat melakukan diskusi dengan perusahaan tersebut terkait kemungkinan adanya kerjasama internasional antar kedua belah pihak.

Pria asal Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, tersebut diminta mengembangkan Nikuba sebagai bahan bakar mobil Ferrari dan sepeda motor Ducati.

“Otodidak aja saya. Karena memang saya sudah menyukai bidang kimia ini sejak masih SMP. Yang penting kita mau belajar tentang hal-hal begini. Kita harus tau tentang unsur, sifat dan karakternya,” kata Aryanto dikutip detikJabar, baru-baru ini.

Aryanto mendapat undangan langsung untuk berkunjung ke Milan, Italia, pada 16 Juni 2023.

Bersama dua orang petinggi PT Octagon yang menggerakkan bidang motor tempel kapal listrik, Sumardi dan Imanuel Hutapea, mereka diminta menguji coba Nikuba di mobil Ferarri dan motor Ducati.

Jika berhasil, nantinya bahan bakar nikuba akan dipakai oleh motor Ducati di ajang MotoGP dan menjadi satu-satunya sepeda motor yang menggunakan bahan bakar air.

Minim Perhatian Pemerintah, Dihargai Luar Negeri

Nikuba diketahui memiliki hak paten yang resmi terdaftar dengan nomor DID2022054964 kode kelas 9. Namun sayang, karya tersebut kurang mendapat perhatian lebih dari pemerintah.

Malahan hasil temuannya itu menarik perhatian perusahaan otomotif raksasa Eropa untuk mengembangkan temuannya.

Meski sempat dipandang sebelah mata, temuannya tersebut tertimpa dipasarkan di Afrika hingga Brazil dan menjadi bagian dari komponen mobil supercar.

Sempat Dipakai Motor Dinas Babinsa TNI

Nikuba karya Aryanto aktif dihadirkan di berbagai event berkat inisiasi Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kunto Arif Wibowo.

Mayjen Kunto sangat tertarik dan mengapresiasi penuh temuan tersebut terlebih lagi dalam rangka penyempurnaan sebagai sebuah karya teknologi yang dimungkinkan dapat dikembangkan untuk energi masa depan.

Temuan Aryanto juga aktif diterapkan di dinas motor para personel Bintara Pembina Desa (Babinsa) TNI dari Komando Resor Militer 063/Sunan Jati, Cirebon dan Komando Daerah Militer III/Siliwangi, Bandung.

Pria lulusan SMP tersebut juga diketahui memiliki laboratorium pribadi untuk mengembangkan berbagai temuan lainnya.

Cara Kerja Bahan Bakar Nikuba

Ide mesin Nikuba ini tercetus karena ketegangan Aryanto terhadap para tukang ojek yang harus mengeluarkan uang banyak untuk membeli bensin.

Ia kemudian menjelaskan cara kerja alat buatannya itu. Menurut Aryanto, Nikuba ini berfungsi memisahkan antara Hidrogen (H2) dan Oksigen (O2) yang terkandung di dalam Air (H2O) yang telah dimasukkan ke dalam alat tersebut.

“Alat ini bisa menghasilkan Hidrogen yang berasal dari Air. Namun Air yang digunakan adalah air yang sudah tidak mengandung logam berat. Air yang dimasukan ke dalam alat ini akan dielektrolisis. Air ini nantinya akan terpecah menjadi Hidrogen (H2) dan Oksigen (O2),” kata dia.

“Hidrogen (H2) ini nantinya akan dialirkan ke ruang pembakaran mesin kendaraan. Sementara Oksigen (O2)nya akan dielektrolisis lagi agar menjadi Hidrogen untuk kembali dialirkan ke ruang pembakaran mesin kendaraan,” ucap Aryanto.

Nikuba berasal dari singkatan “niku banyu” atau yang berarti dalam bahasa Indonesia “itu air”.

Sistem kerja mesin Nikuba ini dengan mengubah atau konverter dari air ke hidrogen. Sehingga bisa digunakan untuk menjalankan sepeda motor, tanpa bensin.

Berdasarkan hasil uji cobanya, dengan bahan bakar 1 liter air, nikuba bisa menempuh jarak 450 kilometer.

Sejauh ini, alat buatan Aryanto telah dipasang di 30 unit motor dinas milik TNI dari Kodam III Siliwangi. Terbaru, alat tersebut juga dipasang di satu unit motor dinas milik TNI dari Koramil Lemahabang.

Aryanto mengaku membutuhkan waktu hingga 5 tahun dalam proses pembuatan alat yang bisa mengonversi Air menjadi Hidrogen sebagai bahan bakar kendaraan bermotor.

Saat ini, Aryanto sendiri mengaku sedang mengusulkan hak paten atas alat buatannya itu.

“Satu unit Nikuba, saya bandrol dengan harga Rp 4,5 juta,” sebutnya. (*/Wan)