Putera Sampoerna Foundation bersama Kadisdik Samarinda, Asli Nuryadin (tengah). (Berby/Times Kaltim)
Timeskaltim.com, Samarinda – Putera Sampoerna Foundation (PSF) melalui inisiatif School Development Outreach, berkolaborasi bersama PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) menghelat Educator Sharing Networks lewat program Ekosistem Pendidik Profesional (EPP).
Agenda yang dilaksanakan sejak 23 hingga 25 Mei 2023 di SMPN 1 Samarinda ini, diikuti oleh 450 peserta pelatihan. Mulai dari jenjang PAUD hingga SMP. Dikelompokkan ke dalam enam kelas sesuai dengan jenjang mengajar yang diampu.
Dari sekian banyaknya peserta, sebanyak 30 guru terpilih akan di ambil untuk dijadikan Fasilitator Kota di wilayah Samarinda. Fasilitator Kota akan berperan sebagai roda perubahan dalam penyelenggaraan pelatihan di Samarinda sesuai dengan kebutuhan guru sekitar.
“Kami (PT Sarana Multi Infrastruktur) berkolaborasi dengan Putera Sampoerna Foundation melalui inisiatif School Development Outreach dalam program Ekosistem Pendidik Profesional untuk meningkatkan kualitas pendidikan melalui pemerataan akses pendidikan khususnya di kota Samarinda ” ungkap Hendriko Leonard Wiremmer, Assistant Vice President Unit Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero), Selasa (23/5/2023).
Ekosistem Pendidik Profesional bertujuan memberikan kesempatan kepada para guru tingkat PAUD/TK, SD dan SMP di Samarinda untuk mengembangkan kompetensi profesi sekaligus mempersiapkan mereka menjadi fasilitator kota yang dapat melakukan diseminasi kepada guru-guru lainnya.
“Melalui Ekosistem Pendidik Profesional, kami pun percaya bahwa Samarinda memiliki sumber daya manusia yang memadai untuk memberikan kontribusi pada kualitas pendidikan di daerahnya dan akan terus menyebar luas” kata Head of Program & Development, Putera Sampoerna Foundation – School Development Outreach, Juliana.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdik) Kota Samarinda, Asli Nuryadin juga menyampaikan apresiasi dan dukungannya atas terlaksananya program EPP tersebut. Ia menyebut, model pendidikan program EPP relevan kepada para guru sehingga memberikan dampak yang luar biasa selama 10 bulan ini.
“EPP tidak hanya bertujuan meningkatkan kompetensi guru, tetapi juga memberikan pendampingan yang berjenjang dan berkesinambungan, seperti diseminasi guru yang saya saksikan hari ini. Mencari orang hebat tidak bisa sekaligus, sehingga 30 fasilitator dari program EPP menjadi aset penting di sektor pendidikan Samarinda” sebut Asli.
Dengan dilaksanakannya Educator Sharing Networks pada program EPP di Kota Samarinda. Diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan dan pemahaman guru, mengenai metode pembelajaran yang beragam sehingga minat belajar siswa kian meningkat. (Bey/Wan)












