Peserta Regenerasi dan Pelatihan Duta Damai Dunia Maya Regional Kaltim. (Berby/Times Kaltim)
Timeskaltim.com, Samarinda – Dalam rangka mencegah pemahaman radikal terorisme muncul di lingkungan masyarakat, diperlukan generasi muda untuk menyebarkan pesan-pesan perdamaian.
Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) RI dalam hal ini Duta Damai Dunia Maya Regional Kaltim resmi menghelat regenerasi dan pelatihan di Hotel Harris Samarinda, Senin (17/4/2023).
Para peserta regenerasi dan pelatihan juga nantinya akan dikukuhkan langsung oleh Kolonel (Sus) Solihuddin Nasution selaku Kepala Subdirektorat Kontra Propaganda BNPT RI.
“Alhamdulillah, hari ini kita berada di Kaltim tepatnya di Samarinda untuk melaksanakan kegiatan strategi pencegahan radikal terorisme dikalangan pemuda dalam pembentukan regenerasi Duta Damai Dunia Maya” ujar Solihuddin.
Kegiatan ini merupakan bentuk pelibatan Duta Damai guna melaksanakan kontra narasi, kontra ideologi, dan kontra propaganda di media sosial.
Solihuddin menyebut, pelibatan generasi muda ini sangatlah penting, sebab berdasarkan hasil penelitian BNPT RI dari 30 provinsi, bahwa yang paling banyak terpapar adalah generasi muda yang berusia 13 sampai 30 tahun.
Oleh karena itu, pihaknya berharap, generasi muda dapat berperan aktif dalam menyiapkan negara agar tidak terpapar paham radikal terorisme yang punya kesiapsiagaan.
“Kita harapkan, generasi milenial dapat berperan aktif mengcounter penyebaran informasi terkait dengan paham radikal terorisme agar tidak masuk ke dalam diri kita maupun lingkungan dan orang terdekat kita” terangnya.
Pada kesempatan yang sama, Koordinator Duta Damai Dunia Maya Kaltim, Abd. Azis Ismail Beddu mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk mengangkat peserta yang sebelumnya volunteer menjadi pengurus Duta Damai.
“Harus dikukuhkan, agar nantinya mereka memiliki id resmi yang berguna untuk mengetahui status dari teman-teman tersebut, kemudian dari pengukuhan ini terdapat materi yang disampaikan dari segi radikal terorisme” kata Azis.
Ia juga mengapresiasi kepada 56 peserta yang hadir, dari berbagai background diantaranya mahasiswa, organisasi kedaerahan, dan komunitas.
Duta Damai merupakan organisasi kerelawanan yang mana terbagi menjadi desain komunikasi visual (dkv), IT, dan blogger.
“Saya apresiasi karena mereka memiliki niat untuk menjadi pemuda yang mau menyebarkan paham perdamaian dan kebaikan kepada masyarakat” pungkasnya. (Adv/Bey/Wan)












