Anggota DPRD Kaltim, Jahidin. (Berby/Times Kaltim)
Timeskaltim.com, Samarinda – Anggota DPRD Kaltim, Jahidin menyampaikan keprihatinannya akan indeks demokrasi di Kaltim yang kian menurun.
Hal itu ia sampaikan di sela-sela rapat paripurna ke-12 DPRD Kaltim hendak berakhir, Senin (10/4/2023).
Bukan omongan belaka, namun hal tersebut ia sampaikan berdasarkan data yang dihimpun dari Badan Pusat Statistik (BPD) mengenai Indeks Demokrasi Indonesia (IDI).
Jahidin menjelaskan, saat ini Indeks Demokrasi Kaltim berada di peringkat 13 untuk capaian 2021, padahal sebelumnya berada di peringkat ketiga.
“Merosot karena dipengaruhi Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) inisiatif, sedangkan saat saya terima bukunya, datanya nihil jadi capaiannya buruk” ucap Jahidin.
Kendati demikian, ia berpendapat bahwa ada beberapa Raperda inisiatif yang sedang dibahas DPRD Kaltim, sehingga, untuk penilaian selanjutnya akan ditambahkan dengan beberapa data guna meningkatkan Indeks Demokrasi di Kaltim.
“Pada 2023 penilaian terbaru meningkat menjadi peringkat tiga, apalagi kalau ditambah dengan beberapa data lainnya, bisa jadi peringkat dua bahkan satu” ungkapnya.
Anggota fraksi PKB tersebut mengakui, salah satu faktor pemicunya adalah padatnya kegiatan DPRD Kaltim, sehingga perlunya kerjasama untuk meningkatkan Indeks Demokrasi Kaltim.
“Karena padatnya kegiatan menjadi salah satu faktor. Biasanya pembentukan Perda dibahas pansus, namun kan ada kewajiban lain juga, jadi kita berharap seluruh stakeholder bekerja sama untuk mendongkrak peringkat tersebut” tandasnya. (Adv/Bey/DPRD Kaltim)












