Ketua KPID Kaltim, Irwansyah (Ist)
Timeskaltim.com, Samarinda – Belum lama ini, youtuber Deddy Corbuzier melayangkan protes kepada Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) terkait munculnya Fajar Sadboy di beberapa program televisi tanah air.
Ketua KPID Kaltim, Irwansyah, menganggap kritikan Deddy Corbuzier tersebut kurang keras.
Irwansyah menginginkan kritikan yang dilayangkan oleh youtuber itu lebih keras lagi agar DPR RI melek tentang regulasi negara.
“Indonesia negara yang besar dan majemuk tetapi tidak ada badan yang mengatur itu, kalau negara luar seperti Turki, China, Amerika, dan negara maju lain kan platform media sosialnya sudah ada yang atur” ujar Irwansyah pada Jumat (20/1/2023) pukul 16.00 Wita.
Ia menyebutkan, KPI telah melakukan pengawasan terhadap media media sesuai dengan UU Nomor 32 Tahun 2002 tentang penyiaran, namun menurutnya masih tidak jelas karena hukum hanya menyebutkan media lainnya tidak dijelaskan seperti media sosial, media over the top (OTT), dan sebagainya.
Ia berharap, organisasi kemasyarakatan (ormas), lembaga masyarakat, dan lainnya untuk memberi tanggapan kepada DPRD kota, provinsi, bahkan DPR RI, dan kementerian terkait perlunya pengawasan secara khusus terhadap media seperti negara luar.
“Kalo perlu bersurat, bersurat bahwa media ini harus ada pengawasan khusus seperti negara negara luar agar konten yang diberikan lebih beradab” jelasnya. (Adv/Bey)












