Gubernur Kaltim Isran Noor saat memberikan sambutannya di acara Welcome Dinner Himpuni. (Berby/ Times Kaltim)
Timeskaltim.com, Samarinda – Kegiatan Welcome Dinner Himpuni sukses dihelat sebagai pertanda akan dimulainya Sidang Tahunan Majelis Utama Himpuni. Jamuan makan malam tersebut bertempat di Pendopo Odah Etam, Jumat (10/3/2023).
Dalam kesempatan tersebut, turut hadir 43 organisasi alumni perguruan tinggi dari seluruh Indonesia, salah satunya Gubernur Kaltim Isran Noor, yang juga selaku Ketua Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Unmul.
“Selamat datang Himpuni di Ibukota Negara (IKN) Nusantara, ini kali pertama Himpuni dilaksanakan di Ibukota Negara Nusantara” ujar Isran kepada peserta Himpuni.
Isran mengatakan, bahwa seluruh anggota Himpuni tidak ada yang tidak pernah mendapatkan ilmu di perguruan tinggi, sehingga jelas semuanya termasuk orang hebat dan tidak ada yang tidak setuju dengan adanya IKN ini.
“Saya berterima kasih kepada seluruh anggota Himpuni, karena tidak ada yang tidak setuju dengan adanya IKN Ini, bahkan sudah didukung 95 persen kursi parlemen yang kemudian dibentuk dalam Undang-undang Nomor 3 Tahun 2022 Tentang Ibu Kota Negara” bebernya.
Ketua IKA Unmul ini juga menepis anggapan, bahwa dukungan atas pemindahan IKN itu ada lantaran karena dirinya seorang pejabat.
Selain itu ia juga menjelaskan jika pemindahan IKN ini tidak serta merta dilakukan namun telah dipikirkan cukup lama sejak masa Presiden Soekarno.
“Saya tegaskan, bukan karena saya Gubernur Kaltim, bukan, tetapi karena pemindahan Ibukota Negara ke Kaltim ini merupakan kepentingan seluruh bangsa Indonesia” tegas Ketua Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia itu.
Disisi lain, Presidium Himpuni, Akhmad Muqowan menyampaikan, pelaksanaan Himpuni bukan tentang Samarinda tetapi adanya Ibu Kota Negara di Kaltim.
Hal itu guna menyampaikan informasi kepada seluruh lapisan masyarakat bahwa di Kaltim terdapat adanya Ibukota Negara baru. Tentu ini menjadi kesepakatan nasional sehingga perlu di backup oleh semua pihak serta tidak lepas dari perjuangan dan pengorbanan seluruh masyarakat bangsa Indonesia.
“Ini bukan maunya pak Gubernur, bukan maunya pak Jokowi, tetapi ini menjadi komitmen nasional bangsa Indonesia” tutur Akhmad.
Dalam hal ini, apapun yang menjadi keputusan negara harus dilaksanakan dan didukung oleh semua stakeholder.
“Konsep IKN ini sudah dikaji sedemikian rupa, walaupun dalam perencanaan 60 persen dikatakan sukses dan 40 persennya tergantung dari SDM dan aspek pelaksanaannya, tentu akan dilakukan pengawalan yang baik sehingga tidak terjadi distorsi” tandasnya.
Rencananya para peserta sidang Tahunan Himpuni juga akan berkunjung ke Titik Nol IKN. (Adv/Bey/Disko












