Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
Sports

Singgung Alih Fungsi Lapangan Sofbol Jadi Driving Golf, Handoko: Atlet Berprestasi Lahir di Lapangan Ini

751
×

Singgung Alih Fungsi Lapangan Sofbol Jadi Driving Golf, Handoko: Atlet Berprestasi Lahir di Lapangan Ini

Sebarkan artikel ini

Para Atlet Bisbol Wanita tengah berlatih menghadapi Kejurnas yang direncanakan digelar di Banten mendatang.(Topan Setiawan/Times Kaltim)

Timeskaltim.com, Samarinda – Persoalan peralihan lapangan Sofbol yang digadang-gadangkan menjadi Driving Golf di kawasan komplek Gor Segiri, Jalan Kesuma Bangsa, Samarinda, menuai banyak kecaman. 

Pasalnya, walau dinilai bakal meningkatkan Pendapat Asli Daerah atau PAD di Kota Tepian. Namun, hal tersebut justru memberikan dampak yang siginifikan, kepada para atlet Sofbol ataupun Bisbol wanita. Terlebih, proyek peralihan tersebut pun akan direalisasikan.

Berdasarkan pengakuan, salah satu orang tua atlet yang tak ingin disebutkan namanya ini menilai, alokasi pemindahan yang diwacanakan di kawasan Gor Palaran atau di Gor Kadrie Oening itu, malah memberatkan sebagian atlet.

“Anak saya, jika pergi latihan (Sofbol-red), pasti pulangnya maghrib. Enggak kebayang, kalau dipindah di sana. Kasian anak,” keluhnya saat ditemui media ini, Selasa (28/2/2023) siang.

PAD Atau Atlet Berprestasi ?

Tak tanggung-tanggung, pernyataan tersebut, juga dibenarkan langsung oleh Pelatih Bisbol usia dini, Handoko saat ditemui di lokasi pelatihan. Ia menerangkan, program pengalihfungsian tersebut, memberi kekhawatiran tersendiri bagi anak didik binaanya. Terlebih, lokasi tersebut juga merupakan kawasan, yang dapat dijangkau oleh para atlet.

“Sebenarnya saya bingung, kenapa harus lapangan ini yang dipakai,” keluh Handoko.

Pelatih Bisbol Usia Dini, Handoko tengah melatih anak binaanya. Walau di tengah gempuran pengalihfungsian lapangan sofbol menjadi driving golf.(Topan Setiawan/Times Kaltim)

Bisbol maupun Sofbol, menjadi cabang olahraga yang juga berusaha untuk bisa menambah pundi-pundi medali bagi kontingen Kalimantan Timur (Kaltim) di Laga Nasional perempat tahun sekali tersebut. Tentunya, kebanggaan tersebut akan turut pula dirasakan oleh Kota Samarinda.

“Katanya peralihan itu untuk PAD. Bener, kalau lapangan kami ini (Sofbol-red) tak menghasilkan PAD. Namun, atlet-atlet berprestasi dari lapangan ini sudah cukup banyak,” singgung Coach Handoko biasa disapa oleh anak asuhannya.

Pasalnya, di bawah asuhan Handoko, 50 atlet usia dini pun tercipta. Dari hasil kerja kerasnya selama 3 tahun berkarir menjadi sosok pelatih bisbol. Lantaran inilah, yang membuat sosok Handoko ini, terus mengupayakan agar lapangan sofbol terus dipertahankan.

“Saya sekarang ini, masih aktif melatih untuk usia dini sebanyak 50 anak,” sebutnya.

Respon Diporapar Samarinda

Sementara itu, dalam pemberitaan sebelumnya, Kepada Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Samarinda, Muslimin mengatakan, peralihan lapangan tersebut memang saat ini masih rencana. Karena untuk membangun lapangan Golf masih menunggu keputusan Wali Kota Samarinda, Andi Harun.

“Memang ada keinginan untuk bagaimana Gor Segiri itu memberikan pendapatan sumber PAD bagi Kota Samarinda. Dan salah satu rencana itu akan kita merubah menjadi lapangan Golf. Tapi keputusan itu ada di bapak Wali Kota,” terang Muslimin ditemui media ini.

Kendati demikian, lapangan tersebut akan dialihkan menjadi lapangan Golf, namun Pemkot juga akan mencarikan tempat lain di kawasan Gor Palaran atau di Gor Kadrie Oening. Sehingga pembinaan cabor Sofbol maupun Bisbol tetap berjalan.

“Tapi kita sedang mencarikan tempat pengganti bagi lapangan Sofbol itu. Dan kami sudah memanggil Ketua Pengcab Perbasasi Samarinda dan mereka sudah memahami itu karena memang itu lahan pemerintah, dengan catatan kita akan membangunkan mereka yang bagus juga. Semua pembinaan tetap berjalan,” ungkapnya.(Wan)