Prosesi pemilihan Ketua Osis MTs Normal Islam Samarinda dengan gaya khas pemilu.(Topan Setiawan/Times Kaltim)
Timeskaltim.com, Samarinda – Penerapan Pesta demokrasi, sangat penting teredukasi dan dipahami saat masih duduk di bangku pendidikan. Di samping memupuk, kedewasaan berdemokrasi yang sehat. Hal tersebut juga dilakukan, agar anak lebih melek terhadap perkembangan politik di Indonesia. Menariknya, Madrasah Tsanawiyah (MTs) Normal Islam Samarinda telah selangkah di depan.
Terbukti, Senin (13/2/2023) pihaknya, menggelar Pemilihan Ketua Osis dengan penerapan bergaya layaknya Pemilihan Umum (Pemilu). Bekerjasama dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Samarinda, Osis MTs Normal Islam (Noris) bertujuan agar, siswa/i mendapat pendidikan demokrasi dan pengetahuan sejak dini tentang tata cara Pemilu.
Dalam kesempatan itu, Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Samarinda Kota, Yudi didampingi jajarannya mengapresiasi inisiatif MTs Normal Islam Samarinda. Untuk mendidik, anak terkait pentingnya demokrasi kebangsaan sejak di bangku MTs.
“Saya lihat di proses pelaksanaan dan logistiknya disini sudah betul karna sudah terdapat bilik suara, kotak suara, tinta (yang berfungsi memberikan cap tanda sudah mencoblos), dan juga ada surat suara,” ucapnya saat kepada Timeskaltim.com, baru-baru ini.
Ia juga sangat menganggumi, kelengkapan administrasi yang begitu sesuai dengan penerapan simulasi Pemilu di tanah air.
“Jadi ini sudah sesuai mulai dari pemilih masuk mengisi daftar hadir, kemudian diberikan surat suara, sampai keluar diberikan tinta dijarinya.” ujarnya.
Senada dengan pernyataan tersebut, Kepala Madrasah MTs Normal Islam Samarinda, HM Yahya Rz begitu bangga kepada anak didiknya. Selagi memberikan persiapan di masa depannya kelak. Pihaknya juga, sangat mendukung antusias siswa dalam mengimplementasikan demokrasi yang sesuai dengan aturan di Indonesia.

“Alhamdulillah kita di dukung oleh KPU yang membuat kami melatih Siswa/i MTs Normal Islam seperti apa belajar untuk ber demokrasi,” ungkapnya.
“Jadi demokrasi ini (Pemilihan Ketua dan wakil ketua Osis) hanya sebagian kecil dari pelaksanaan demokrasi lain nya yang lebih besar nya lagi ada pemilihan Kepala Daerah/ Pemimpin Kota ataupun yang lebih besar lagi pemilihan Presiden.” tambah Yahya.
Adapun hasil pemilihan disaksikan oleh masing-masing ketua kelas sebagai saksi dengan total perolehan suara untuk calon ketua yaitu 274 suara untuk nomor urut 1 atas nama Zidna Mabila, 192 suara untuk nomor urut 4 atas nama Muhammad Abid Al – Jovani, dan untuk calon wakil ketua sebanyak 167 suara dengan nomor urut 2 atas nama Dafah Dzaka Fadillah.
Panwaslucam sekaligus guru di MTs Normal Islam, Kukuh Ichsanulkarim juga turut bangga terhadap siswa-siswinya. Terlebih, di usia para siswa-siswi yang masih belia, semangat untuk memahami demokrasi pun terpancar saat mensukseskan acara tersebut.
“Mudah-mudahan acara ini juga memupuk semangat anak-anak, untuk terus memahami dan mempelajari demokrasi Indonesia,” harapnya.

Diketahui, pemilihan tersebut dihadiri Sebanyak 660 siswa/i hadir dalam pelaksanaan pemilihan.
Dengan total calon ketua dan wakil ketua masing-masing sebanyak 4 orang. Proses pemilihan dilaksanakan dengan membentuk panitia selayaknya Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).
Siswa/i yang akan mencoblos pertama akan didata sesuai dengan daftar pemilih, kemudian melakukan pencoblosan dan diberikan tanda tinta di jari pemilih.(Wan)












