Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
Diskominfo Provinsi Kaltim

Isran Sebut Tak Boleh Ada Kesenjangan Sosial Dalam Pembangunan IKN

421
×

Isran Sebut Tak Boleh Ada Kesenjangan Sosial Dalam Pembangunan IKN

Sebarkan artikel ini

Gubernur Kaltim, Isran Noor, saat menghadiri program CNN Indonesia New Chapter. (Ist)

Timeskaltim.com, Samarinda –  Pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) ke Kalimantan Timur selalu menjadi perhatian publik, terutama terkait kontribusi. 

Gubernur Kaltim, Isran Noor, menegaskan pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) ke Kaltim, harus mendorong pemerataan pembangunan. Jangan sampai terdapat kesenjangan infrastruktur, baik fisik maupun sosial di wilayah sekitar IKN Nusantara, namun ditunjang dengan pembangunan di kawasan IKN.

Hal tersebut disampaikan Isran, saat menjadi Narasumber pada dialog CNN Indonesia New Chapter.

“Jangan sampai diluar kawasan IKN terjadi kesenjangan. Makanya, kita desain agar tidak terjadi. Kita ingin merata dan tentunya dilibatkan dalam pembangunan” Ujar Isran pada Sabtu (28/1/2023).

Menurut orang nomor satu di Benua Etam itu, pembangunan IKN sudah seharusnya dirancang dengan baik agar tidak terjadi kesenjangan dengan daerah sekitarnya, khususnya daerah penyangga IKN Nusantara, seperti Paser, Penajam Paser Utara, Balikpapan, Samarinda, dan Kutai Kartanegara (Kukar).

Isran menuturkan, banyak terdapat catatan ketertinggalan pembangunan infrastruktur yang belum maksimal di sejumlah wilayah Kaltim, terlebih dalam hal infrastruktur seperti jalan. Dimana, kondisi tersebut bertolak belakang dengan sumber daya alam (SDA) Kaltim yang melimpah.

“Contohnya seperti jalanan Mahakam Ulu (Mahulu) itu sangat tertinggal, makanya perlu kita ratakan pembangunan” ucapnya.

Kendati demikian, agar tidak terjadi ketimpangan pembangunan, maka diperlukan sebuah prioritas keistimewaan  bagi Kaltim.

“Jangan terlalu istimewa, ga bagus jika berlebihan, karena bangsa kita memiliki hak dan keistimewaan yang sama” pungkasnya. (Adv/Bey/ Diskominfo Kaltim)