Daerah E-Parking di titik Samarinda.(Ist)
Timeskaltim.com, Samarinda – Program E-Parking di Samarinda yang telah tersebar di beberapa titik, dinilai oleh Pengamat Ekonomi Universitas Mulawarman (Unmul), Purwadi Purwoharsojo masih kurang maksimal. Ia menyebut, masih banyak area parkir di Samarinda belum menggunakan e-parking secara merata.
Pasalnya, adanya program tersebut untuk menghilangkan jukir liar yang telah menjamur di sejumlah ruas jalan. Hal ini pun membuat masyarakat resah dan uang hasil parkir pun tidak masuk ke pemerintah.
“Harus Adanya informasi yang jelas dari Pemkot di area mana saja yang menggunakan e-parking hal ini tentu untuk melawan jukir liar dan jika di akumulasikan semua tentu saja menjadi PAD besar Samarinda,” ungkap Purwadi dihubungi melalui via telepon, Selasa (10/01/2023).
Ia juga meminta adanya ketegasan dari Pemkot dalam memaksimalkan e-parking karena masih ada saja area parkir yang memakan badan, jukir liar yang mengganggu kenyamanan masyarakat.

“Perlu ketegasan Pemkot untuk penyelesaian e-parking ini, masih ada beberapa titik yang parkir nya memakan badan jalan dan jukir yang tidak menggunakan pakaian dari Dis-Hub,” paparnya.
Ia menambahkan, Pemkot tidak boleh tebang pilih ada yang jualan di pinggir trotoar di bubarkan tetapi yang parkir di diamin hal itu juga jelas merusak Tata Ruang Kota.
“Bagaimana yang masih parkirnya di pinggir trotoar kan itu juga merusak Tata Ruang Kota, yang jualan di area itu di bubarkan sementara yang parkir ndak, ya Pemkot janga tebang pilihlah,” ucap Purwadi.
Lebih lanjut, dirinya juga menanyakan kapan target Pemkot agar program ini didukung penuh oleh masyarakat dengan membayar parkir melalui kartu atau aplikasi smartphone.
“Targetnya kapan semua masyarakat mengetahui area-area e-parking dan memiliki kartu atau aplikasi smartphone untuk pembayarannya,” kata Purwadi.
Terakhir, harapannya harus lebih kerja keras lagi supaya janji janji dan program Pemkot terpenuhi dengan baik dan maksimal.
“Terus kerja keras dan sering-sering turun kelapangan untuk memantau sudah sejauh mana program kerja Pemkot terealisasikan,” papar dia.
Dalam pemberitaan sebelumnya, Anggota Komisi II DPRD Samarinda, Laila Fatihah memberi perhatian lebih terhadap peningkatan fasilitas pelayanan E-Parking di Kota Tepian. Pasalnya, masyarakat setempat, masih kebingungan terkait penggunaan E-Parking maupun cash.
“Mau bayar cash atau bayar pakai kartu jalurnya sama,” jelas Laila pada awak media belum lama ini.
Laila menilai bahwa untuk memberikan sosialisasi masyakarat agar mau menggunakan E- Parking maka perlu ada jalur yang berbeda antara pengguna yang memakai cash dengan yang menggunakan kartu.
Yang pakai kartu ini harus di berikan tempat khusus, kita contoh Balikpapan, Balikpapan itu kan ada jalur menggunakan kartu ada jalur menggunakan cash,” ucapnya.(Adv/Nur/Wan)












