Ilustrasi IKN Nusantara. (Ist)
Timeskaltim.com, Samarinda – Sebentar lagi, Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara segera dipindahkan ke Kaltim. Hal ini tentu berpengaruh terhadap persaingan di dunia kerja. Perlu diingat, hadirnya IKN juga akan memunculkan migrasi penduduk dari luar daerah makin banyak. Kesenjangan gender dikhawatirkan timbul dari fenomena itu.
Kepala Bidang (Kabid) Kesetaraan Gender di Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DKP3A) Kaltim, Dwi Hartini menyebutkan, masuknya IKN bukan berarti sebagai penghalang. Pihaknya melihat itu sebagai tantangan yang harus dihadapi.
“Justru ini tantangan ya, banyak kesempatan untuk bisa meningkatkan pemberdayaan perempuan itu jalur utama karena nanti di IKN itu pegawainya didatangkan, pasti terjadi persaingan, mereka pasti juga membutuhkan potensi lokal, jelas Dwi, Sabtu (3/12/2022).
Agar tak kalah saing dengan pendatang, Dwi mengimbau semua perempuan daerah bisa bersaing dan ikut terlibat dalam pembangunan IKN. Pihaknya tak ingin perempuan lokal sekadar jadi penonton di tanah sendiri.
Dalam hal ini, perempuan Kaltim diminta meningkatkan kapasitas dan kompetensi diri. Caranya bisa melalui berbagai pelatihan atau menambah wawasan lebih banyak lagi. Jika kapasitas diri ditingkatkan, peluang untuk terlibat di pembangunan IKN juga semakin dekat.
Pun Dwi mengungkapkan, DKP3A Kaltim bakal selalu mendorong dinas di kabupaten dan kota terkait untuk ikut meningkatkan pemberdayaan perempuan. Sebab hal seperti ini juga harus dibarengi dengan dukungan dari seluruh pihak.
“Maka kami mendorong kepada seluruh dinas terkait melakukan peningkatan pemberdayaan perempuan di semua sektor sehingga kita tidak menjadi penonton,” tandasnya. (Gan/adv/DKP3A Kaltim)












