Scroll untuk baca artikel

dprd TIMES KALTIM
PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
AdvertorialDKP3A Provinsi Kalimantan Timur

KBGO Masih Jadi Kasus yang Jarang Dilaporkan

657
×

KBGO Masih Jadi Kasus yang Jarang Dilaporkan

Sebarkan artikel ini

Ilustrasi KBGO. (Ist)

Timeskaltim.com, Samarinda – Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) jadi salah satu bentuk kekerasan yang kerap ditemukan pada saat ini. Apalagi di tengah teknologi yang semakin pesat saat ini. Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DKP3A) Kaltim pun menyoroti kasus tersebut. 

Analis Kebijakan Ahli Muda Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) sektor Perlindungan Perempuan, Fachmi Rozano mengungkapkan, kasus KBGO pernah ditemukan dan ditangani oleh UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kaltim. 

“Kami pernah melakukan sosialisasi terkait kasus KBGO. Itu juga jadi salah satu materi dalam pelatihan bimtek di kegiatan DKP3A Kaltim. Itu kami sampaikan ke kabupaten dan kota,” ungkap Fachmi, Kamis (1/12/2022).

Selain itu, sosialisasi KBGO juga pernah dilakukan oleh DKP3A Kaltim ke sekolah-sekolah. Lewat sosialisasi tersebut, DKP3A Kaltim berupaya memperkenalkan contoh dan definisi dari KBGO. Termasuk cara penanggulangannya. 

“KBGO berbeda dengan kasus pada umumnya. Contohnya seperti bullying, lalu ada juga contoh kasus seperti perkenalan di medsos, pacaran, dan si pelaku meminta perempuan untuk foto tanpa busana lewat video. Lalu pelaku melakukan pemerasan,” lanjutnya. 

Kemudian untuk pendampingan psikologis para korban KBGO juga diserahkan ke profesional melalui UPTD PPA Kaltim. Fachmi mengakui, pengaruh psikis dari kasus KBGO juga sangat besar. 

“Pengaduan korban itu minim sekali soal KBGO. Mungkin karena ketidaktahuan masyarakat soal KBGO. Padahal kan itu ada hukumannya juga. Dalam setahun mungkin 1-2 saja. Sebenarnya mungkin banyak terjadi di lapangan, tapi tidak tahu mau mengadu kemana,” tandasnya. (Gan/adv/DKP3A Kaltim)