Kepala DKP3A Kaltim, Noryani Sorayalita.(Ist)
Timeskaltim.com, Samarinda – Mengacu pada data yang ada, capaian Indeks Pembangunan Gender (IPG) Kaltim pada 2021 mencapai 85,95 dan berada pada urutan ke 32 dari 34 provinsi. Kemudian, untuk Indeks Pemberdayaan Gender (IDG) Kaltim pada 2021 mencapai 66,64 dan berada di urutan ke 25 dari 34. Sementara untuk capaian Anggaran Responsif Gender (ARG) semester I tahun 2022 sebesar 4,07 persen.
Kepala Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) Kaltim, Noryani Sorayalita, menyebutkan bahwa memang implementasi pengarusutamaan gender di Kaltim masih belum maksimal. Kendati demikian, pihaknya kerap mendorong agar IPG dan IDG bisa meningkat. Hal itu pun tak akan terwujud tanpa adanya pemangku kebijakan lain yang ikut merealisasikan.
Ada beberapa saran yang diberikan Noryani ke Pemprov Kaltim. Salah satunya yaitu mengkampanyekan pentingnya implementasi pengarusutamaan gender. Kampanye itu juga harus menyasar perangkat daerah dan masyarakat.
“Sehingga apapun kebijakan yang dibuat dan diambil harus responsif gender agar kesenjangan gender semakin kecil dan tercipta kesetaraan dan keadilan gender,” ungkap Noryani, belum lama ini.
Tak hanya itu, Pemprov Kaltim juga disarankan agar membuat sistem aplikasi yang terkoneksi antata SIPD dan Perencanaan dan Penganggaran Responsif Gender (PPRG). Walhasil, perangkat daerah bakal lebih dimudahkan untuk implementasi perencanaan dan penganggaran responsif gender dalam SIPD.
“Serta, melakukan pelatihan PPRG secara berkesinambungan. Mengingat seringnya penggantian SDM pengelola PPRG atau Pokal Pokja PUG pada perangkat daerah,” tandasnya. (Gan/adv/DKP3A Kaltim)












