
TimesKaltim.com, Samarinda – Memasuki akhir tahun 2021 ini, kepemimpinan Isran Noor- Hadi Mulyadi di Kalimantan Timur (Kaltim) sudah 3 tahun berjalan. Selama 3 tahun ini, banyak catatan kritis yang hadir dari Politisi Karang Paci, bahkan menganggap Kepemimpinan Isran Noor-Hadi Mulyadi dianggap sepenuhnya gagal.
Kritikan keras ini dilontarkan oleh Anggota Komisi III DPRD Kaltim Syafruddin. Ia menyatakan bahwa pemerintahan Isran-Hadi ini gagal. Jika melihat fakta-fakta yang terjadi. Tidak ada satupun bangunan atau program yang monumental di Kaltim.
“Siapa yang berani bilang pemerintah Isran-Hadi sukses atau berhasil ? Nggak ada. Kalau saya sebagai wakil rakyat melihat fakta-fakta hari ini, pemerintah Isran kali ini gagal,” ungkap Udin sapaan karibnya, Selasa (28/12/2012).
“Gubernur sebelumnya ada bandara, ada jembatan kembar, jalan tol. Lah Pak Isran apa ? Program rakyatnya mana ? Ini menandakan bahwa programnya nggak jelas,” tambahnya.
Syafruddin memberikan contoh proyek Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy Kabupaten Kutai Timur. Proyek Maloy ini terhitung mangkrak. Artinya, uang rakyat yang banyak digelontorkan itu sia-sia. Dari Maloy, Syafruddin juga menyoroti mangkraknya pembangunan jalan pendekatan Jembatan Pulau Balang sisi Balikpapan.
Pemprov Kaltim tidak memiliki komitmen kuat untuk menyelesaikan proyek tersebut. Hanya berhenti di bentang tengahnya saja. Layaknya jembatan Abu Nawas. Diketahui, Pemprov Kaltim memiliki tugas dalam pembebasan lahan di area tersebut. Sedangkan, pemerintah pusatlah yang akan melakukan pembangunan fisiknya. Sebenarnya, pembebasan lahan ini telah dihitung-hitung sekitar Rp 118 Miliar. Namun, Dinas PUPR Kaltim hanya mengalokasikan dana sebesar Rp 10 Miliar saja untuk Tahun 2022.
“Bayangkan APBD TAhun 2019, Pemprov dan DPRD telah alokasikan anggaran Rp 100 Miliar. Tapi faktanya tidak terserap. Alasannya belum ukur. Masa’ dari 2019 sampai 2021, nggak bisa teukur-ukur. Terus kerjanya apa ? Artinya ini soal kesungguhan dan keseriusan, mau nggak Pemprov membebaskan lahan untuk jalan pendekat Pulau Balang itu. Faktanya kan nggak,” lanjut Syafruddin.
Selain Maloy, banyaknya gedung baru yang dibangun, tetapi gedung yang sudah terbangun malah tak terurus. Salah satu proyek infrastruktur yang sedang dikerjakan diantaranya Rumah Sakit Khusus Mata, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Korpri, Kantor BPKAD Kaltim, dan Kantor Inspektorat Kaltim. Syafruddin malah menyoroti salah satu gedung yang telah terbangun namun tak terawat. Yaitu, Convention Hall Gor Sempaja.
“Banyak gedung lama yang sudah busuk seperti Convention Hall Sempaja harus itu yang diberdayakan. Masa iya, bangun baru, yang lama tidak di urus. Kan gitu,” ujarnya.
Selain dari sektor infrastruktur, Ketua PKB Kaltim ini juga menganggap Isran salah memilih pejabat . Yaitu Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Sa’duddin. Ia merasa Sa’duddin tidak layak menjadi Kepala BPKAD dan harus diganti. Hal ini karena Sa’duddin berasal dari inspektorat. Dengan isi kepalanya mencari kesalahan orang lain, tidak mempunyai kapabilitas untuk mengeksekusi APBD Pemprov Kaltim.
“Harusnya ini menjadi pelajaran bagi Gubernur. Sekali lagi kita minta untuk mentertibkan anak buah dan bawahannya yang tidak bisa bekerja. Yang tidak mampu menterjemahkan apa yang menjadi keinginan gubernur,” tegasnya.
Syafruddin menyarankan agar Isran Noor untuk bisa mempunyai terobosan infrastruktur yang signifikan di sisa periode jabatannya. Isran harus memiliki warisan yang monumental di Kaltim.












