Opini

PUISI: “PASAR PAGI”

533
×

PUISI: “PASAR PAGI”

Sebarkan artikel ini

Karya: Sultan Musa.

SEBAGAIMANA ingin menceritakanmu

kulihat orang-orang memainkan peran

merengkuh bayang keluh kesah

penuhi ringis bertempa harapan

tak peduli duri hujan dan luapan panas

hanya untuk mengurai haru biru keinginan

 

Dan sebagaimana ingin mendatangimu

lukisan para pedagang di terik peluh

terbaca kesan buih selokan buntu

melekat sesak riak aroma

sembari menelan banyak cerita

tetap disini kenangan mengisi

 

Lalu, sebagaimana aku bertemu

ada pengelana mencari keminting

membinarkan bulatan ilat sapi

walau senyatanya memendam alasan

kadang pula larut menatap gula gait

atau amplang bahkan abon kepiting


Bolehlah sejenak menggebu

ditingkahi sebagaimana tersimpan

mungkinkah kisah tergubah ?

selayak melingkar memori

menuai kenangan disini,  

….dari ruang dan waktu

secuplik penggalan kisah kecilku

Samarinda, 2023.(*)

*Penulis berasal dari Samarinda – Kalimantan Timur. Tulisannya tersiar diberbagai platform media online & media cetak. Serta karya – karyanya tergabung dalam beberapa Antologi bersama penyair Nasional  & Internasional.

Tercatat  pula  dibuku “Apa  &  Siapa  Penyair  Indonesia  –  Yayasan  Hari  Puisi  Indonesia”  Jakarta  2017.

Follow akun instagram penulis melalui: @sultanmusa97  

 

error: Content is protected !!