AdvertorialPPU

PJ Bupati PPU Fokus Pemanfaatan Limbah Sapi di Poktan Lestari

46
×

PJ Bupati PPU Fokus Pemanfaatan Limbah Sapi di Poktan Lestari

Sebarkan artikel ini

Teks Foto: Dok. Makmur Marbun tinjau Kelompok Tani di Desa Gunung Intan. (Dok: Diskominfo PPU)

Timeskaltim.com, PPU – Penjabat (Pj) Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Makmur Marbun, tampak antusias menyusuri kandang ternak sapi Kelompok Tani (Poktan) Lestari di Desa Gunung Intan, Kecamatan Babulu, Minggu (19/11/2024) sore.

Dalam kunjungannya, Marbun berfokus pada verifikasi kondisi dan perkembangan ternak, khususnya aspek kesehatan.

“Para petani telah melakukan pekerjaan yang sangat memuaskan. Ternak terlihat sehat dan memberikan hasil positif, meskipun ada area yang perlu perhatian, terutama dalam pemanfaatan limbah sapi, terutama urine” ujar Marbun, Minggu (19/11/2023).

Selama kunjungannya, Marbun mengidentifikasi sejumlah manfaat signifikan dari urine sapi, yang dapat digunakan sebagai bahan dasar pupuk dan untuk memperbaiki kondisi tanah pertanian. Ia menekankan pentingnya optimalisasi pemanfaatan limbah sapi.

“Pemanfaatan limbah sapi adalah langkah krusial dalam mendukung pertumbuhan sektor peternakan secara berkelanjutan. Ini tidak hanya memberikan tambahan pendapatan bagi peternak, tetapi juga dapat mengurangi ketergantungan pada pupuk buatan” tambahnya.

Marbun juga menyampaikan niat pemerintah untuk menjadikan peternakan sebagai usaha yang menjanjikan dan menguntungkan di PPU, terutama dengan adanya Kawasan Industri Kendawangan (IKN). Pemerintah berkomitmen mendukung peternak dalam mengembangkan keahlian tambahan dalam pengelolaan limbah.

“Kami akan memberikan kelonggaran kepada dinas terkait untuk mengirimkan petani guna melakukan studi tiru ke daerah tertentu yang telah berhasil, dan kami juga akan memastikan bahwa kita memiliki sistem informasi elektronik yang efisien untuk memudahkan transaksi jual beli sapi,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian PPU, Rozihan Asward, mengakui bahwa saat ini, karena pasar terbatas, limbah yang dihasilkan belum dimanfaatkan sepenuhnya. Ia juga menyoroti keterbatasan sumber daya manusia (SDM) dan pengetahuan dalam mengelola limbah sapi.

“Kami berharap pemerintah dapat meningkatkan kesejahteraan peternak sapi melalui bantuan peralatan, terutama dalam pengelolaan limbah sapi,” harap Rozihan. (Adv/Aby/Wan)