AdvertorialPPU

KPP Tinjau Lokasi, Dukung Sektor Perikanan di PPU

46
×

KPP Tinjau Lokasi, Dukung Sektor Perikanan di PPU

Sebarkan artikel ini

Teks Foto: KPP Tinjau Lokasi Rencana Pembangunan TPI. (Aby/Times Kaltim)

Timeskaltim.com, PPU – Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), semakin menunjukkan komitmennya. Untuk memiliki lebih dari satu Tempat Pendaratan Ikan (TPI) atau Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) di wilayahnya. 

Pj. Bupati Makmur Marbun menyatakan bahwa ini akan memungkinkan nelayan PPU untuk menjual hasil tangkapannya di daerah mereka sendiri.

Direktur Kepelabuhanan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia beserta rombongan dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Timur mengunjungi beberapa lokasi yang direncanakan akan menjadi TPI. Lokasi yang dikunjungi meliputi CV. Alas Logpond di Kelurahan Waru, Desa Sesulu, Desa Api-Api di Kecamatan Waru, serta Kelurahan Sesumpu dan Kelurahan Tanjung Tengah di Kecamatan Penajam pada Jumat, (3/11/2023).

Setelah kunjungan kegiatan berlanjut dengan pertemuan antara Pemerintah Kabupaten PPU dan Direktur Kepelabuhanan Perikanan KKP di ruang rapat Bupati.

Dalam sambutannya, Pj Bupati PPU Makmur Marbun menyampaikan terima kasih kepada Direktur Kepelabuhanan Perikanan KKP atas kunjungan dan dukungannya. Ia juga mengungkapkan harapan masyarakat PPU untuk memiliki lebih dari satu TPI di wilayahnya.

“Masyarakat PPU sangat berharap adanya pembangunan tempat pendaratan ikan lebih dari satu di PPU, baik itu bantuan dari provinsi maupun dari pemerintah pusat,” ujar Makmur Marbun pada Jum’at, (3/11/2023).

Pemkab PPU telah mengajukan pembangunan empat TPI kepada pemerintah pusat dan berharap setidaknya dua di antaranya dapat segera dibangun. Ini adalah langkah strategis dalam mendukung pembangunan sektor perikanan di Kabupaten PPU sebagai bagian dari pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

Sementara itu, Direktur Kepelabuhan Perikanan Tri Aris Wibowo, dalam wawancara dengan media, mengungkapkan sumber pendanaan pembangunan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) mungkin memerlukan waktu yang lebih lama. Sementara itu, menggunakan anggaran APBN juga tidak memungkinkan karena sifatnya tidak dapat langsung diberikan kepada kabupaten. Namun, melalui kebijakan mentri yaitu kampung nelayan maju atau kampung nelayan modern, mungkin akan ada dana yang dapat dialokasikan untuk membangun TPI di PPU.

“Mungkin melalui kebijakan mentri yaitu kampung nelayan maju atau kampung nelayan modern,  itu yang akan kami gunakan disini, cuma tempatnya masih belum tau apakah Kelurahan Waru, Desa Sesulu, Api-Api, Sesumpu, atau Tanjung Tengah kami masih belum tahu,” ujarnya.

Tri Ariswibowo mengatakan bahwa pihaknya akan berkoordinasi terlebih dahulu kepada Mentri untuk memastikan apakah lokasi yang telah dikunjungi memenuhi syarat.

“Terkait pembangunannya kami belum bisa pastikan kapan itu akan mulai dibangun, kami berharap di tahun 2024,”pungkasnya. (Adv/Aby/Wan)